-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

07 October 2009

700 Gubuk di TPU, Bulan Ini Dibongkar

http://www.beritakota.co.id/berita/kota/16332-700-gubuk-di-tpu-bulan-ini-dibongkar.html

700 Gubuk di TPU, Bulan Ini Dibongkar
Rabu, 07 Oktober 2009 02:48
JAKARTA, BK
Sekitar 700 gubuk liar yang dihuni 170 kepala keluarga (KK) di sekitar Unit Budha Taman Pemakaman Umum (TPU) Mentengpulo, Jl Casablanca akan segera dibongkar Sudin Pemakaman Jakarta Selatan.

Kasudin Pemakaman Eddy Supriyatna mengatakan, pihaknya sudah menggelar sosialiasi kepada ratusan penghuni agar segera hengkang dari lokasi. Apalagi pembongkaran akan dilakukan Oktober ini.

"Seharusnya gubuk liar yang umumnya dihuni para pemulung dibongkar September lalu. Namun ditunda lantaran bulan Ramadan apalagi dukungan anggaran untuk penertiban sangat minim. Sebab, dari Rp150 juta yang diajukan untuk penertiban kawasan tersebut, hanya Rp20 juta yang disetujui. Meski demikian, kawasan itu akan kita tertibkan pada Oktober ini," ujarnya, Selasa (6/10).

Eddy berharap, sebelum petugas membongkar paksa hunian mereka, ada baiknya para pemilik segera melakukan pembongkaran sendiri. "Jika pada hari pelaksanaan penertiban pemilik gubuk liar tidak mematuhi aturan, terpaksa petugas yang akan membongkar yang selama ini berfungsi sebagai lapak penampungan barang bekas," jelas Eddy.

Selain itu, tambah Eddy, pihaknya tidak akan memberi ganti rugi kepada pemilik gubuk karena lahan makam dilarang untuk sebagai hunian. Di samping itu, para penghuni gubuk sudah menghuni TPU sebelum kawasan Kuningan dan Jl HR Rasuna Said berubah menjadi perkantoran.

"Menurut informasi, ratusan KK di kawasan itu sebelumnya menetap di lahan kosong di sekitar Kuningan dan Jl Rasuna Said. Saat lahan diambil alih dan berubah menjadi perkantoran, mereka memanfaatkan lahan TPU hingga saat ini," katanya.

Penduduk sekitar sebenarnya khawatir dengan keberadaan penghuni gubuk liar, karena bisa menimbulkan kriminalitas. Apalagi para pemulung juga mengajak teman-temannya ke lokasi itu. "Kalau malam hari mereka suka pesta minuman keras. Beberapa warga membuka usaha nasi bungkus." ujar Hj Sainah (45), warga RT 07/013, Mentengatas, Setiabudi. O brn