-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

06 October 2009

Belasan Warung Musnah Terbakar

http://www.beritakota.co.id/berita/kota/15856-belasan-warung-musnah-terbakar.html

Belasan Warung Musnah Terbakar
Kamis, 01 Oktober 2009 00:00
JAKARTA, BK
Si 'jago merah' kembali mengguncang ketenangan warga Jakarta. Setelah menghanguskan 1.158 hunian di Kampung Rawabebek, Penjaringan, Jakarta Utara dan menghanguskan Gardu Induk listrik di Cililtan, melalap belasan warung makanan dan minuman di Jl Ancol Barat VII, Pademangan, Jakut, Rabu (30/9).

Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun pemilik warung menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.  Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.45 itu, sama sekali tidak diduga para pemilik warung. Seperti biasa mereka tengah membuka usaha, tiba-tiba warteg milik Mujimin dilalap api. Melihat api berkobar hebat, sejumlah pemilik warung panik. Mereka berusaha menyelamatkan harta benda. Namun terlambat, api sudah keburu berkobar hebat lalu merambat ke warung lainnya.

Menurut Ali, salah seorang petugas keamanan sebuah perusahaan di sekitar lokasi, api pertama kali terlihat dari warung milik Mujimin yang kemudian merambat ke warung lainnya. "Kemungkinan besar api berasal dari konsleting listrik. Lantaran lokasi warung berdekatan membuat api dengan cepat merambat. Api berhasil dipadamkan 35 menit kemudian dibantu petugas pemadam kebakaran Pemkot Jakut," katanya.

Perwira piket Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara, H Rukito mengatakan, api berasal dari korsleting listrik. Api bisa dikuasai petugas setelah menerjunkan 11 mobil pemadam kebakaran.

 Si Jago Merah juga hampir saja melumat Apartemen The Summit di Jl Kosambi Raya, Pegangsaandua, Kelapagading, Jakut. Beruntung kobaran api di lantai X hanya menghanguskan lemari pakaian di ruang cuci. Namun para penghuni apartemen sempat panik keluar gedung.

Panel listrik di lantai dasar Pasar Inpres Cipulir, Jl Ciledug Raya, Kebayoranlama, Jakarta Selatan juga terbakar. Api berkobar sekitar pukul 10.30 berhasil dipadamkan 30 menit kemudian. Namun, akibatnya aliran listrik di sekitar pasar mati total. Musibah itu diduga karena panel listrik yang memiliki skring itu renggang hingga percikan api membakar kabel diatasnya.

"Mungkin kurang diperhatikan, skringnya pun renggang. Namun sekarang sudah normal kembali," ujar Royani, Kepala Area 12 PD Pasar kebayoran Lama.

Tetapi peristiwa itu membuat pengunjung pasar maupun warga sempat panik. Apalagi tidak jauh dari situ terdapat deretan kios pedagang. "Kami khawatir api akan merembet ke mana-mana, jika panel listrik itu terbakar," lanjut Ny Wiwin, seorang pedagang sayur.

Sebanyak lima unit mobil pemadam milik Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jaksel dikerahkan, namun tidak digunakan. Petugas memilih menyemprotkan gas CO2. "Kalau pakai hidran mobil kami takut api merembet, jadi petugas pakai alat pemadam api ringan atau apar. Api pun tidak sempat menjalar," ujar petugas, Tego. O dra/brn