-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

14 October 2009

Jatah Rakyat Miskin Dikurangi * 15 Juta Orang Tak Lagi Dapat Pengobatan Gratis * 1,6 Juta Warga Tak Dapat Jatah Raskin

http://hariansib.com/?p=95322

Jatah Rakyat Miskin Dikurangi * 15 Juta Orang Tak Lagi Dapat Pengobatan Gratis * 1,6 Juta Warga Tak Dapat Jatah Raskin

Posted in Berita Utama by Redaksi on Oktober 14th, 2009

Jakarta (SIB)
Bantuan pemerintah kepada rakyat miskin mulai 2010 dikurangi. Pengurangan bantuan itu dilakukan melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan beras untuk rakyat miskin (raskin).
Rakyat miskin yang mendapat kesehatan gratis melalui program Jamkesmas semula 76,4 juta orang, kini dikurangi menjadi 61,4 juta orang atau berkurang 15 juta orang. Artinya sebanyak 15 juta orang tidak lagi mendapat pengobatan gratis.
Begitu juga rakyat yang menerima raskin (beras miskin) dikurangi jumlahnya dari semula 19,1 juta menjadi 17,5 juta jiwa atau sebanyak 1,6 juta orang tak lagi mendapat jatah beras miskin.
"Penurunan program pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat miskin dan hampir miskin karena jumlah penduduk miskin telah berkurang," tutur Aburizal usai rapat bersama jajaran menteri kesra antara lain Menag Maftuh Basyuni dan Menegpora Adhiyaksa Dault.
Ical Pamitan
Dikatakan, selama ini masyarakat miskin yang mendapatkan Jamkesmas adalah warga yang ditetapkan miskin berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik). "Dulu 76,4 juta orang, karena angka kemiskinan turun sekarang jadi 61,4 juta orang," tutur Ical.
Penurunan yang sama, lanjut Aburizal, juga dilakukan pada pemberian raskin. Semula masyarakat yang menerima program ini 19,1 juta kepala keluarga dan sekarang menjadi 17,5 juta kepala keluarga.
Dalam rapat tersebut, Ical sekaligus berpamitan dengan sejumlah menteri di lingkungan kesejahteraan rakyat. Sebagaimana diketahui usia kabinet Indonesia Bersatu dipastikan selesai setelah pelantikan Presiden-Wapres 20 Oktober ini. Ical sendiri sudah menyatakan bila terpilih menjadi Ketua Umum Golkar tidak akan masuk lagi dalam kabinet. (PK/d)