Jumat, 25 Juli 2008 22:34 WIB Penulis : Heru Prihmantoro
Faizasyah juga menyebutkan pemulangan tersebut hanyalah merupakan progam rutin yang dilakukan pihak Malaysia. Dan bukan program pemulangan khusus seperti yang dilakukan sebelumnya. Pemulangan TKI Indonesia tersebut disebut-sebut harus melalui rekomendasi RELA, semacam polisi sipil yang terkait dengan operasi pemulangan TKI ilegal. Peran RELA dalam pemulangan TKI sebelumnya sempat diprotes pihak Indonesia karena dinlai arogan dan kurang mempertimbangkan faktor sosial. Mengenai pemulangan tersebut, pihak Indonesia , lanjutnya, terus melakukan pembahasan mengenai langkah-langkah antisipatif untuk pemulangan itu. Serta, perwakilan Indonesia di Sabah juga terus melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dokumen yang menyertainya. "Pemulangan dimaksud sama sekali bukan deportasi," tukas Faizasyah. Sedangkan mengenai adanya TKI ilegal yang masuk lewat Selangor baru-baru ini Faizasyah menyatakan perwakilan Indonesia di Selangor tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan otoritas imigrasi. Beradar kabar, ada dugaan kasus TKI illegal yang ditemukan dalam sebuah kapal barang yang membawa dagangan dari Port Klang-Tanjung Balai. "Kita masih berkoordinasi apa benar ini kasus ilegal, karena Port Klang itu jalur masuknya perdagangan dan rentan masuk TKI ilegal,"katanya. Dikabarkan, polisi perairan Malaysia, Kamis (24/7) telah menahan sebuah kapal barang milik Indonesia. Dalam kapal tersebut ditemukan 19 WNI yang hampir meninggal akibat disembunyikan dan berdesak-desakan dalam ruangan sempit. Namun, tegas Teuku, pemerintah Indonesia tetap akan menghormati proses hukum yang berlaku. Teuku juga berharap, TKI tersebut dapat diberlakukan pelayanan secara proporsional dan baik. Mengenai rencana pemulangan ke 19 TKI tersebut, Teuku belum bisa memastikan kelanjutan proses hukumnya. "Bisa saja seperti itu (dipulangkan), tapi kita tidak tahu apakah akan dipulangkan, kita tunggu saja prosesnya," kata Teuku. (Hru/OL-03) |
31 July 2008
Melonjak Jumlah TKI Ilegal yang Dipulangkan dari Malaysia
800 Ribu TKI Ilegal di Malaysia
26 Juli 2008 04:31 WIB Penulis : Hanum JAKARTA--MI: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyatakan pemulangan TKI ilegal dari Malaysia di bawah 1.000 orang per hari masih dinilai wajar. Jumlah TKI ilegal di Malaysia sendiri diperkirakan berjumlah 800 ribu orang. "Kalau pemulangan TKi cuma 100-1.000 orang per hari itu masih wajar. Yang nggak wajar itu kalau sudah 10.000 orang sekaligus," kata Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayat, di Jakarta, Jumat (25/7). Ia menegaskan, pemulangan TKI tersebut memang rutin dilakukan oleh pemerintah Malaysia. Biasanya TKI ilegal itu bekerja di Sabah, Serawak dan perbatasan lainnya di Malaysia. "Meskipun Deplu bilang pemulangan TKI itu bukan deportasi, tapi tetap saja namanya deportasi," cetus dia. Menurut dia, pemulangan TKI yang dikatakan meningkat frekuensinya oleh Deplu dipicu oleh adanya pernyataan pemerintah Malaysia yang mengatakan akan melakukan razia kepada tenaga kerja asing ilegal yang bekerja di sana. "Mungkin karena pernyataan PM Malaysia beberapa waktu lalu. Tapi kalau jumlahnya masih wajar, itu tidak akan mengganggu," imbuhnya. Jumhur menuturkan jumlah TKI yang bekerja di Malaysia mencapai 2,4 juta orang, dimana hanya 1,6 juta saja yang masuk secara legal, sesuai ketentuan negara yang bersangkutan. "Sementara 800 ribu orang TKI lagi dikategorikan ilegal karena mereka tidak membawa bekal paspor. Makanya kita akan berupaya lakukan advokasi untuk ini dengan memberi mereka pemahaman administratif yang sangat penting itu," urainya. (Zhi/OL-06) |
Pemerintah Luncurkan Program Pengawasan TKI
Senin, 28 Juli 2008 14:30 WIB SUBANG--MI: Pemerintah akan meluncurkan program pengawasan (monitoring) untuk melindungi Tenaga Kerja Inddonesia (TKI) di Malaysia pada Agustus 2008 dan di Arab Saudi pada September 2008. "Pengawasan ini melindungi keselamatan TKI dari ancaman penganiayaan oleh majikan mereka di luar negeri," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Kabupaten Subang, Jabar, Senin (28/7). Saat berbicara dalam Dialog Publik "Perlindungan Bagi Buruh Migran/TKI Beserta Anggota Keluarganya" di Subang itu, Jumhur mengatakan sudah ada kesepatan antara pemerintah Malaysia dan Indonesia untuk membentuk pusat pengawasan TKI pada sektor rumah tangga. "Pengontrolan dilakukan setiap bulan pertelepon dan kunjungan ke rumah-rumah majikan yang mempekerjakan TKI," katanya. Ia berharap lembaga pengawasan di Malaysia itu dapat mengakhiri kasus-kasus mengerikan seperti yang pernah terjadi sepert penganiayaan dan tindakan kekerasan lain yang dialami TKI. Sementara lembaga pengawasan TKI di Arab Saudi berupa pelaksanaan sistem informasi terpadu sehingga diharapkan tak ada TKI yang ditelantarkan para penggunanya. "Sistem informasi dan sarana kantor sudah siap. Biaya penyediaan itu dibebankan kepada pengguna bukan TKI," kata Jumhur. Dalam kunjungan kerja setengah hari di Subang, Jumhur sempat berdialog dengan para TKI asal daerah itu. Setelah itu Jumhur kembali ke Jakarta untuk mengadakan pertemuan dengan Dubes Syria di Indonesia dan Dubes RI di Syria membahas pendaftaran ulang sekitar 70 ribu TKI di negara itu. (Ant/OL-06) |
1.100 Wanita Indonesia Dipenjara di Kajang Malaysia
Senin, 28 Juli 2008 22:22 WIB KUALA LUMPUR--MI: Tercacat 1.100 wanita dari 1.504 tahanan yang ada di penjara khusus wanita di Kajang, Selangor, merupakan warga negara Indonesia, demikian data yang terungkap ketika Dubes RI untuk Malaysia Da'i Bachtiar berkunjung ke penjara itu. "Kami melakukan kunjungan ke penjara wanita ini dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI," kata Da'i Bachtiar di depan penjara khusus wanita Kajang, Selangor, Senin. Dari 1.100 wanita asal Indonesia yang ditahan di sana, sebanyak 171 sudah divonis dan 929 lainnya masih tahanan sementara. "Ini baru penjara Kajang belum penjara Malaysia lainnya. Kita sedang mendata berapa jumlah wanita Indonesia yang ada dalam tahanan atau penjara di Malaysia," katanya. Dalam kunjungan itu, kepala penjara Nassif mengajak semua rombongan staf KBRI dan Dharma Wanita melihat kondisi penjara khusus wanita di Kajang. Penjara Kajang terlihat bersih, jauh lebih bersih dibandingkan penjara-penjara di Indonesia. Dalam penjara, para tahanan diberikan pendidikan seperti belajar membaca, mengaji, dan perawatan tahanan juga baik. Seorang WNI asal Jatim, Asma, mengaku mendapat perawatan bagus untuk penyakit kankernya. Kepada Da'i, dia mengatakan, sudah beberapa kali di kemoterapi di RS Kajang. Selain itu, ada tiga ibu yang membawa anak-anaknya yang berusia dua hingga lima bulan. Wajah mereka terlihat bersih karena mendapat perawatan dalam penjara. "Semua tahanan di sini bukan hanya kriminal tapi juga tahanan imigrasi. Mereka yang masuk ke Malaysia dan bekerja tanpa ijin juga di tahan di sini," kata Nassif. Di dalam penjara, tahanan wanita itu diberikan pendidikan keterampilan juga. Ada tujuh bengkel pelatihan keterampilan bagi tahanan, yakni bengkel, salon, SPA, membatik, kerajinan tangan, membuat kue dan roti, serta komputer. Beberapa hasil kerajinan tahanan yang dijual di dalam penjara atau di gerai di luar penjara diborong ibu-ibu dharma wanita KBRI karena produknya bagus dan berkualitas tapi murah. Dubes Da'i dan rombongannya juga mencicipi aneka macam kue buatan para tahanan. Para petugas penjara tidak lupa memberikan brosur yang isinya penawaran katering dari penjara Kajang yang bisa dipesan untuk bermacam pesta. "Kami juga ada pembelian via internet. Silakan buka www.prison.com.my maka akan tampil berbagai produks dari penjara yang bisa dibeli secara online," kata Nassif. (Ant/OL-03) |
Ratusan TKI Terbengkalai di Kantor Imigrasi
Senin, 28 Juli 2008 21:22 WIB Penulis : Sumantri Handoyo TANGERANG--MI: Ratusan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengajukan permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi khusus TKI di Jalan Perintis Kemerdekaan I, Cikokol, Kota Tangerang terbengkalai. Pasalnya, pembuatan paspor yang menggunakan sistem foto terpadu berbasis biometrik tersebut tidak dibarengi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup. Berdasarkan pemantauan Media Indonesia di kantor Imigrasi, Senin (28/7), ratusan calon TKI yang datang dari berbagai tempat Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Jabodetabek, sejak pagi mendatangi kantor Imigrasi itu untuk mengajukan permohonan pembuatan paspor. Namun hingga menjelang sore, pembuatan paspor tersebut tidak kujung selesai lantaran kinerja petugas Imigrasi, khususnya yang ada di ruang pendataan dokumen sangat lamban.Akibatnya ratusan calon TKI keleleran dan berteduh di setiap ruang sekitar kantor imigrasi, mengingat deretan kursi panjang yang ada di ruang pendataan tersebut sudah dipenuhi oleh TKI yang lain. "Saya sampai di kantor ini pukul 09.00 Wib. Tapi hingga sekarang (pukul 14.00 Wib) pembuatan paspor tersebut belum selesai," kata, Hasanah, 22 asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hendak berangkat ke Saudi Arabia melalui PJTKI Yoba di Jakarta Timur. Hal itu juga dibenarkan oleh calon TKI lainnya. Bahwa bila pembuatan paspor tersebut pada Senin (28/7) belum juga selesai, mereka akan datang kembali ke kantor itu guna mendapatkan dokumen tersebut. "Mau nggak mau, Selasa (29/7) kami harus datang lagi ke sini (kantor Imigrasi)," papar Rukmini, Calon TKI untuk Arab Saudi. Dikonfirmasi masalah tersebut, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Dokumen Pelayanan TKI, Tamzil Yakop mengatakan lambannya pembuatan dokumen itu karena belum terbiasanya petugas Imigrasi menggunakan system foto terpadu berbasis biometrik, sehingga mereka tidak bisa bekerja cepat. "Biasanya dari pagi hingga pukul 14.30 WIB, 200 orang pemohon paspor sudah bisa ditangani. sedangkan hari ini baru sekitar 20 orang yang teratasi," kata dia sembari menambahkan bahwa tiap hari kantor imigrasi khusus TKI tersebut melayani sebanyak 1.000 orang calon TKI. Tapi dengan sistem foto terpadu berbasis biometrik agak lamban karena petugas harus mencocokkan foto dengan orang aslinya. (SM/OL-03) |
Ratusan Rumah di Rawa Buaya Musnah Terbakar
Selasa, 29 Juli 2008 19:38 WIB Penulis : Intan Juita JAKARTA--MI: Lebih dari 500 bangunan di Kampung Bojong RT 12 dan RT 16 RW 04, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Selasa (29/7) hangus terbakar. Lurah Rawa Buaya Ian Sopian Hadi menyebutkan total rumah yang terbakar dalam peristiwa tersebut mencapai 130 rumah. Akibatnya 150 Kepala Keluarga atau sekitar 700 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Sementara itu Ketua RT 16 Darmadi menyebutkan di kawasannya terdapat ratusan bangunan, termasuk rumah petak maupun kamar kontrakan. "Bangunan yang terbakar bisa mencapai 500 unit," ujarnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebakaran disebabkan hubungan arus pendek di rumah seorang warga di RT 16 bernama Ali Suratno,60. Namun beberapa warga menduga api berasal dari sistem pengeras suara musik dangdut yang hampir setiap malam bermain di kawasan itu. Pada peristiwa tersebut petugas pemadam kebakaran Suku Dinas Kebakaran Jakarta Barat yang datang ke lokasi sempat mengalami kesulitan memadamkan kobaran api. Pasalnya sebagian besar bangunan terbuat dari triplek yang membuat jilatan api mudah merembet ke bangunan lain dan semakin lama membesar. Hal tersebut diperparah dengan sempitnya jalan masuk ke lokasi kejadian. Sebanyak 20 unit kendaraan pemadam kebakaran terpaksa diparkir di depan gang karena tidak bisa memasuki lokasi. (Jui/OL-06) |
Rumah Digusur, Belasan Warga Pingsan
Selasa, 29 Juli 2008 19:44 WIB TANGERANG--MI: Puluhan ibu rumah tangga histeris dan beberapa di antaranya pingsan ketika petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggusur 77 unit rumah warga Desa Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kabupaten Tangerang, Banten. Seorang warga, Yati Rohati (47), Selasa, mengatakan, sebagian besar warga belum dapat menerima atas eksekusi bangunan rumahnya tersebut, pasalnya belum mendapatkan pengganti tempat tinggal baru. Saat petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang mengeksekusi puluhan bangunan rumah, sebagian ibu rumah tangga pingsan dan histeris. Puluhan warga sempat menghadang alat berat untuk menghancurkan puluhan bangunan rumah warga tersebut, namun upayanya tidak berlangsung lama karena petugas Satpol PP dibantu petugas kepolisian berhasil meredam emosi warga dan lokasi penggusuran. Warga sempat melarang petugas Satpol PP untuk menghancurkan bangunan rumahnya dengan menggunakan alat berat karena lebih memilih membongkar sendiri rumah semi permanen tersebut. Informasi di lapangan, tanah seluas tiga hektar tersebut milik Departemen Luar Negeri namun warga menempati tanah tersebut sejak belasan tahun. Karena status kepemilikan tanah punya pemerintah, maka warga tidak mendapatkan ganti rugi untuk membeli rumah yang baru. (Ant/OL-06) |
11 Pasar Tradisional Terancam Bangkrut
|
300 Keluarga Terisolasi oleh Real Estate
Oleh
|
Stop Pengiriman TKI ke Sabah untuk Sementara
|
|
Gizi Buruk Belum Tuntas
Kesehatan anak Sabtu, 26 Juli 2008 | 01:58 WIB Palembang, Kompas - Kasus gizi buruk di Sumatera Selatan tak kunjung tuntas. Saat ini ada tiga anak balita dirawat di Rumah Sakit Muhammad Hoesin, Palembang. Sepanjang Januari-Juli 2008, ada 15 anak balita gizi buruk dirawat di rumah sakit itu, dua anak di antaranya meninggal dunia. Sebagai perbandingan, berdasarkan catatan RS M Hoesin, dari 32 anak yang dirawat karena gizi buruk selama tahun 2007, ada 11 anak balita dirawat pada periode Januari-Juli. Empat anak di antaranya meninggal dunia. Anak yang dirawat di RS M Hoesin tidak hanya dari Palembang. Sebagai contoh, yang masih dirawat pada Jumat (25/7) adalah Bunga (3), anak Abdullah-Juniarti, warga Jalan Yasin Salma Palembang; Cinta Bela (5 bulan), anak Teguh-Eliya, warga Desa Upang Jalur II Kabupaten Banyuasin; dan Aldi (1), anak Nasrun-Sumaina, warga Palembang. Abdullah dan Nasrun adalah kuli bangunan, sedangkan Teguh bekerja sebagai buruh tani. Kondisi Bunga, Bela, maupun Aldi memprihatinkan. Berat badan mereka jauh dari seharusnya. Berat badan Bunga hanya 6 kg dari semula 15 kg. Orangtua mereka mengaku tak mampu memberi asupan makanan bergizi karena tidak punya uang. Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Syahrul Muhammad, yang baru dua hari digantikan, mengatakan, penyebab gizi buruk di Sumsel antara lain kemiskinan dan akses pelayanan kesehatan yang belum merata dan menjangkau wilayah pedalaman. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel yang baru, Hamdan Mahyuddin, menyatakan, pihaknya akan memaksimalkan program dokter keluarga untuk melayani masyarakat miskin di pedalaman. Tahun 2008, lebih dari 60 dokter keluarga akan direkrut dan ditempatkan di tiap kabupaten/kota di Sumsel. Dokter keluarga akan rutin berkeliling ke wilayah pedalaman untuk memantau kesehatan warga. (ONI) |
Mulai 1 Agustus 2008 Malaysia “Usir Ribuan TKI dari Sabah”
|
Majikan Cemburu, TKW Dipasung dan Disiksa
| 30/07/2008 05:52 Kasus TKI Liputan6.com, Purwakarta: Malang nian nasib Ipon Fatimah. Tenaga kerja wanita asal Kampung Krajan, Bojong, Purwakarta, Jawa Barat ini menjadi korban kekerasan majikannya selama bekerja di Arab Saudi. Ipon selama tiga pekan dipasung di rumah majikannya. Selama dipasung Ipon sering mendapat siksaan. Selain itu, gaji Ipon juga tidak pernah dibayar. Menurut Ipon kepada SCTV, belum lama berselang, penyiksaan yang dialami dirinya disebabkan sang istri majikan cemburu kepadanya. Berkat bantuan temannya Ipon bisa keluar dari rumah majikannya. Pihak keluarga berharap perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia yang mempekerjakan Ipon bertanggungjawab atas kasus kekerasan tersebut.(IAN/Syamsu Nursyam) |
Gara-Gara Paspor Palsu, Sopiyah Dideportasi
| 31/07/2008 05:25 Kasus TKI Liputan6.com, Cirebon: Kisah sedih para tenaga kerja wanita masih saja terjadi. Sopiyah, buruh migran yang bekerja di Malaysia, dipenjara sebulan sebelum dideportasi pemerintah Malaysia. Ia menjadi korban akibat pemalsuan dokumen oleh sebuah perusahaan pengerah jasa pengiriman tenaga kerja Indonesia alias PJTKI. Korban diberangkatkan menjadi TKW dengan menggunakan paspor atas nama orang lain. Setelah melalui perjalanan panjang, Sopiyah akhirnya tiba di kampung halamannya di Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini. Kedatangan wanita itu pun disambut keluarga dan kerabatnya dengan isak tangis. Pengalaman pahit tenaga kerja tidak hanya terjadi di luar negeri. Pada pekan silam, Anisa, Satini, dan Septiana Maulina, tiga pembantu rumah tangga asal Banyumas, Jawa Tengah, dianiaya majikannya. Bahkan, Septiana menemui ajalnya akibat kekejaman Renata Tan di Kedoya, Jakarta Barat [baca: Pembantu Tewas Dianiaya Majikan]. Karena kesal dengan tindakan sang majikan, keluarga ketiga korban, Rabu siang mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran, Purwokerto. Selain menuntut proses hukum, mereka meminta kompensasi atas penderitaan para korban. Menanggapi laporan ini, LBH Purwokerto berjanji akan berkoordinasi dengan aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV) |
Sekhan Bahtiar, Si Bocah Kurang Gizi
| 31/07/2008 05:44 Kasus Gizi Buruk Liputan6.com, Brebes: Sekhan Bahtiar, seorang bocah penderita gizi buruk di Brebes, Jawa Tengah, kini dalam kondisi memprihatinkan. Bocah berusia enam tahun ini hanya memiliki berat badan 10 kilogram, jauh di bawah berat badan anak seusaianya yakni sekitar 15 kilogram. Anak pasangan Maryati dan Juhadi, warga Desa Kubangsari tersebut baru beberapa hari lalu mendapat perawatan di bangsal anak Rumah Sakit Umum Daerah Brebes karena ketiadaan biaya. Keluarga berharap anaknya dibebaskan dari biaya rumah sakit karena Juhadi hanyalah seorang pemulung yang tidak memiliki penghasilan tetap.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV) |
29 July 2008
TKW Asal Banten Tewas di Malaysia
SERANG -- Cerita mengenaskan soal nasib TKI yang berkerja di luar negeri sepertinya tak pernah berhenti.
Peristiwa kali ini menimpa Yamsurah, 40, Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia asal Komplek Cikande Grya Asri, Kecamatan Cikande, Serang, Banten.
Wanita yang diketahui sudah bekerja selama 1 tahun ini dilaporkan tewas di rumah sakit di Malaysia.
Meski Yamsurah dikabarkan meninggal namun pihak keluarga korban belum mengetahui penyebab tewasnya wanita yang berkerja sebagai pembantu rumah tangga.
Kapolsek Cikande, AKP Yoga Putra Prima, ketika ditemui di kantornya, Minggu (27/7), membenarkan seorang warganya yang bekerja sebagai TKW tewas.
Namun Yoga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab tewasnya korban. Kabar tewasnya Yamsurah, kata Yoga, setelah dirinya dihubungi Legal Officer (LO) Malaysia yang melaporkan korban tewas di rumah sakit namun tidak memberitahu penyebabnya.
â€Å“Pihak LO Malaysia hanya meminta Polsek Cikande untuk mengecek alamat korban. Kami lalu mengecek alamat yang disebutkan di Grya Cikande Asri.
Ternyata itu alamat anak korban. Lalu kami juga menyampaikan kepada anak korban kalau ibunya tewas di Malaysia,†katanya.
Yoga menjelaskan, pihaknya sama sekali belum mengetahui siapa penyalur tenaga kerja yang mengirimkan korban bekerja di Malaysia.
Bahkan, pihak keluarga juga mengaku tidak mengetahui korban berangkat menggunakan jasa penyalur tenaga kerja yang mana.
(haryono/rf/r)
Lagi, TKI Asal Grobogan Tewas
GROBOGAN--Lagi, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Grobogan meninggal dunia di manca negara. Sutiyem, 46, seorang TKI asal Dusun Kayen Desa Sumberagung Kecamatan Godong dikabarkan meninggal pada 20 Juli lalu di Arab Saudi. Namun, kabar kematian itu baru diterima keluarganya Jumat (25/7) lalu.
Maryono, salah seorang anak korban menuturkan, dirinya bersama keluarga mengetahui jika ibunya meninggal setelah menerima telepon dari PJTKI di Jakarta Timur yang memberangkatkan Sutiyem ke Arab Saudi. Sehari kemudian, salah seorang staf PJTKI tersebut, Rusman, datang ke rumahnya sekaligus mengurus surat-surat untuk pemulangan jenazah.
"Usai mengurus surat-surat penting tersebut, staf PJTKI langsung pulang ke Jakarta dan berjanji akan segera mengurus jenazah ibu saya untuk dibawa pulang ke kampung halaman. Saya sendiri berharap agar proses pemulangan berjalan cepat dan lancar,"? kata Maryono sedih.
Sesuai keterangan staf PJTKI itu, lanjutnya, orang tuanya meninggal disebabkan terjadi kecelakaan lalu lintas saat diajak majikannya berwisata. Di tengah perjalanan, mobil yang ditumpangi mengalami kecelakaan. Dikabarkan, selain Sutiyem, majikan pria juga ikut meninggal dalam kecelakaan tersebut. Sementara majikan perempuan mengalami luka parah.
Siswoyo, suami Sutiyem menambahkan, istrinya berangkat kerja di Arab Saudi pada Februari 2006 lalu. Sebelum itu, istrinya sudah berkerja sebagai TKI di Kuwait dan Arab Saudi. Sehingga sudah tiga periode ini istrinya bekerja sebagai TKI.
"Sebenarnya kontrak di Arab Saudi ini akan selesai beberapa bulan lagi. Namun, keburu meninggal sebelum pulang ke pampung halaman," imbuh Siswoyo dengan nada sedih. (f-1/jpnn/aro)
800 Ribu TKI Ilegal di Malaysia
JAKARTA--MI: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyatakan pemulangan TKI ilegal dari Malaysia di bawah 1.000 orang per hari masih dinilai wajar. Jumlah TKI ilegal di Malaysia sendiri diperkirakan berjumlah 800 ribu orang.
"Kalau pemulangan TKI cuma 100-1.000 orang per hari itu masih wajar. Yang nggak wajar itu kalau sudah 10.000 orang sekaligus," kata Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayat, di Jakarta, Jumat (25/7).
Ia menegaskan, pemulangan TKI tersebut memang rutin dilakukan oleh pemerintah Malaysia. Biasanya TKI ilegal itu bekerja di Sabah, Serawak dan perbatasan lainnya di Malaysia. "Meskipun Deplu bilang pemulangan TKI itu bukan deportasi, tapi tetap saja namanya deportasi," cetus dia.
Menurut dia, pemulangan TKI yang dikatakan meningkat frekuensinya oleh Deplu dipicu oleh adanya pernyataan pemerintah Malaysia yang mengatakan akan melakukan razia kepada tenaga kerja asing ilegal yang bekerja di sana. "Mungkin karena pernyataan PM Malaysia beberapa waktu lalu. Tapi kalau jumlahnya masih wajar, itu tidak akan mengganggu," imbuhnya.
Jumhur menuturkan jumlah TKI yang bekerja di Malaysia mencapai 2,4 juta orang, dimana hanya 1,6 juta saja yang masuk secara legal, sesuai ketentuan negara yang bersangkutan. "Sementara 800 ribu orang TKI lagi dikategorikan ilegal karena mereka tidak membawa bekal paspor. Makanya kita akan berupaya lakukan advokasi untuk ini dengan memberi mereka pemahaman administratif yang sangat penting itu," urainya. (Zhi/OL-06)
Penulis: Hanum
UANG DARI TKI NTB RP683,9 MILIAR SETAHUN
Monday, 28 July 2008 • EKONOMI • MATARAM - Kiriman uang para TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) setiap bulan mencapai Rp40 miliar. Sampai Juni 2008, jumlahnya mencapai Rp235.845.843.801. Sebelumnya, selama setahun 2007, jumlah kiriman uang TKI NTB mencapai Rp683.961.767.544. Terbanyak, berasal dari TKI yang sekitar 60 persen berada di Malaysia. Lainnya berasal dari Timur Tengah. Kepala Seksi Pelayanan dan Pemberdayaan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI NTB Hamzah menjelaskan kepada LombokNews di kantornya, Senin (28/7) siang. "Jadi tahun ini bisa meningkat jumlahnya dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Diharapkan, kesempatan kerja yang ditawarkan 2008 ini sebanyak 36.102 orang asal NTB bisa terpenuhi. Hingga enam bulan pertama sudah diberangkatkan 23.800 orang. Sebab, pada tahun 2007 lalu, dari tawaran yang diberikan untuk 70.892 orang TKI di NTB, ternyata hanya bisa dipenuhi oleh 34.134 orang. "Ya, tahun lalu hanya setengahnya yang bisa terisi," katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) NTB Imbang Sahruddin menyesalkan banyaknya TKI asal NTB yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia karena statusnya ilegal. Sampai Juli 2008 ini, sudah 2.883 orang yang dideportasi. Terinci 2.736 orang pekerja laki-laki dan 147 orang pekerja perempuan. Tahun 2007 lalu, jumlah yang dideportasi sekitar 5.000 orang.
Ahad (27/7) malam, sebanyak satu bus yang tiba di Mataram namun hanya 25 orang yang singgah melapor di kantor Disnaker NTB untuk mendapatkan bantuan uang transport ke kampungnya di Selong Lombok Timur. "Mereka ini latar belakang pendidikannya rendah," ucapnya. Sekitar 70 persen adalah berpendidikan rendah setingkat Sekolah Dasar.
Salah seorang yang dideportasi, Junaidi asal Selong yang selama tiga tahun di Malaysia mengaku terpaksa lari dari majikan pertama karena upah yang diperoleh tidak sesuai yang dijanjikan sebelumnya. "Saya terima kurang dari satu juta rupiah sebulan," ujarnya.
Tapi Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa TKI NTB Purnomo Rahadjo menyangkal pengakuan tersebut. Sebab, TKI yang diberangkatkan resmi dikuatkan dengan dengan perjanjian dan perlindungan asuransi. Ia menduga mereka yang dideportasi itu adalah pekerja yang datang langsung menggunakan modal paspor saja ke Malaysia. Jumlahnya yang berangkat dari Mataram melalui Batam setiap harinya tidak kurang dari 30 orang. "Orang yang dipulangkan itu orang-orang baru," ucapnya. Sebab, pekerja yang pernah di Malaysia diyakini menggunakan jalur resmi.(supriyantho khafid)
http://lomboknews.com/2008/07/28/uang-dari-tki-ntb-rp6839-miliar-setahun/ |
1.100 Wanita Indonesia Dipenjara Di Kajang Malaysia
28 Juli 2008 | 16:21 WIBKuala Lumpur ( Berita ) : Sebanyak 1.100 wanita dari 1.504 tahanan yang ada di penjara khusus wanita di Kajang, Selangor, merupakan warga negara Indonesia Malaysia, demikian data yang terungkap ketika Dubes RI untuk Malaysia Da'i Bachtiar berkunjung ke penjara itu. "Kami melakukan kunjungan ke penjara wanita ini dalam rangka peringatan HUT Dari 1.100 wanita asal Indonesia yang ditahan di sana, sebanyak 171 sudah divonis dan 929 lainnya masih tahanan sementara. "Ini baru penjara Kajang belum penjara Malaysia lainnya. Kita sedang mendata berapa jumlah wanita Indonesia yang ada dalam tahanan atau penjara di Malaysia," katanya. Dalam kunjungan itu, kepala penjara Nassif mengajak semua rombongan staf KBRI dan Dharma Wanita melihat kondisi penjara khusus wanita di Kajang. Penjara Kajang terlihat bersih, jauh lebih bersih dibandingkan penjara-penjara di Seorang WNI asal Jatim, Asma, mengaku mendapat perawatan bagus untuk penyakit kankernya. Kepada Dai, dia mengatakan, sudah beberapa kali di kemoterapi di RS Kajang. Selain itu, ada tiga ibu yang membawa anak-anaknya yang berusia dua hingga lima bulan. Wajah mereka terlihat bersih karena mendapat perawatan dalam penjara. "Semua tahanan di sini bukan hanya kriminal tapi juga tahanan imigrasi. Mereka yang masuk ke Malaysia dan bekerja tanpa ijin juga di tahan di sini," kata Nassif. Di dalam penjara, tahanan wanita itu diberikan pendidikan keterampilan juga. Ada tujuh bengkel pelatihan keterampilan bagi tahanan, yakni bengkel, salon, SPA, membatik, kerajinan tangan, membuat kue dan roti, serta komputer. Beberapa hasil kerajinan tahanan yang dijual di dalam penjara atau di gerai di luar penjara diborong ibu-ibu dharma wanita KBRI karena produknya bagus dan berkualitas tapi murah. Dubes Da'i dan rombongannya juga mencicipi aneka macam kue buatan para tahanan. Para petugas penjara tidak lupa memberikan brosur yang isinya penawaran katering dari penjara Kajang yang bisa dipesan untuk bermacam pesta. "Kami juga ada pembelian via internet. Silakan buka www.prison.com.my maka akan tampil berbagai produks dari penjara yang bisa dibeli secara online," kata Nassif. ( ant )
|
Pemerintah Luncurkan Pengawasan TKI Di Malaysia Dan Arab Saudi
28 Juli 2008 | 16:23 WIBSubang ( Berita ) : Pemerintah akan meluncurkan program pengawasan (monitoring) untuk melindungi Tenaga Kerja Inddonesia (TKI) di Malaysia pada Agustus 2008 dan di Arab Saudi pada September 2008. "Pengawasan ini melindungi keselamatan TKI dari ancaman penganiayaan oleh majikan mereka di luar negeri," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Kabupaten Subang, Jabar, Senin [28/07] . Saat berbicara dalam Dialog Publik "Perlindungan Bagi Buruh Migran/TKI Beserta Anggota Keluarganya" di Subang itu, Jumhur mengatakan sudah ada kesepatan antara pemerintah Malaysia dan Indonesia untuk membentuk pusat pengawasan TKI pada sektor rumah tangga. "Pengontrolan dilakukan setiap bulan pertelepon dan kunjungan ke rumah-rumah majikan yang mempekerjakan TKI," katanya. Ia berharap lembaga pengawasan di Malaysia itu dapat mengakhiri kasus-kasus mengerikan seperti yang pernah terjadi sepert penganiayaan dan tindakan kekerasan lain yang dialami TKI. Sementara lembaga pengawasan TKI di Arab Saudi berupa pelaksanaan sistem informasi terpadu sehingga diharapkan tak ada TKI yang ditelantarkan para penggunanya. "Sistem informasi dan sarana kantor sudah siap.Biaya penyediaan itu dibebankan kepada pengguna bukan TKI," kata Jumhur. Dalam kunjungan kerja setengah hari di Subang, Jumhur sempat berdialog dengan para TKI asal daerah itu. Setelah itu Jumhur kembali ke Jakarta untuk mengadakan pertemuan dengan Dubes Syria di Indonesia dan Dubes RI di Syria membahas pendaftaran ulang sekitar 70 ribu TKI di negara itu. ( ant )
|
TKI Asal NTB Yang Dideportasi Mencapai 2.883
Pekerja TEMPO Interaktif, Mataram:
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/sulawesi/2008/07/28/brk,20080728-129170,id.html |
KPU Minta TKI di Taiwan Diizinkan Ikuti Pemilu
Senin, 28 Juli 2008 - 14:15 wibJAKARTA - Kunjungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Taiwan terkait Pemilu 2009. KPU meminta agar para tenaga kerja Indonesia (TKI) di sana diizinkan mengikuti Pemilu 2009. "Kita bertemu KPU di Taiwan dan mereka janji untuk membantu proses identifikasi pemilih, walau mereka tidak bisa memaksa majikan masing-masing karena saat pemungutan suara tidak jatuh pada hari libur," jelas anggota KPU Abdul Aziz, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (28/7/2008). Selain KPU di Taiwan, sebuah stasiun radio khusus berbahasa Indonesia di Taiwan berjanji akan turut membantu dalam hal sosialisasi. Sementara di Makau, sebagian pekerja bilang mereka bisa hadir karena waktu kerja mereka bisa diganti dengan waktu libur. Selanjutnya, di Hongkong Aziz menambahkan telah bertemu dengan pimpinan Bank BNI yang bersedia membantu para nasabahnya untuk daftar. (uky) |
Perusahaan Garmen Penang Perlu 1.000 TKW
29/07/08 09:05 Kuala Lumpur,(ANTARA News) - Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar mengemukakan sebuah perusahaan garmen internasional Pan Appparel di Penang, Malaysia, membutuhkan sekitar 1.000 tenaga kerja wanita asal Indonesia untuk meningkatkan produktivitasnya. "Kami berkunjung ke pabriknya di Penang minggu lalu. Mereka mengemukakan kesulitan mendapatkan tenaga kerja wanita asal Indonesia padahal kondisi kerja yang ditawarkan sangat baik," kata Da`i Bachtiar di Kuala Lumpur, Selasa. Kondisi kerja yang baik yang ditawarkan perusahaan garmen internasional itu berupa hubungan kerja bersifat langsung bukan dengan sistem "outsource". "Gaji cukup baik, ketika pelatihan saja mereka bisa menerima 160 dolar AS per bulan," kata mantan Kapolri itu. Pan Apparel adalah perusahaan garmen Hongkong yang memiliki banyak pabrik di mancanegara dan memproduksi baju merek terkenal seperti Brooks Brothers, Levis, JC Penney, dan Ben Sherman. Produksi garmen dilempar ke pasar negara maju seperti Amerika Serikat sebesar 82 persen, Eropa lima persen, dan Asia 11 persen. "Oleh sebab itu, semua tenaga kerja yang masuk harus ikut pelatihan menjahit agar mutu dan kualitas pekerjaannya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan," katanya. Jika pekerja itu itu pintar menjahit maka pendapatannya bisa mencapai 1.800 ringgit (Rp5,2 juta) per bulan, kata Da`i. Menurut GM Pan Apparel Khoo Aiwah, perusahaan garmen itu kini kesulitan mendapatkan pekerja asal Indonesia. Padahal, mereka lebih senang dengan dengan pekerja asal Indonesia karena tekun bekerja dan mudah berkomunikasi. Akibatnya, perusahaan garmen itu merekrut TKW dari Vietnam, Filipina, dan Myanmar. Untuk berkomunikasi kepada mereka, perusahaan itu hanya mengandalkan para ketua kelompok yang bisa bahasa Inggris. "Mereka sudah minta langsung kepada KBRI untuk membantu mencarikan sekitar 1.000 TKW," kata Da`i. Dubes RI untuk Malaysia itu hampir tiap minggu selalu mendatangi kantong-kantong TKI. Ia ingin melihat kondisi kerja para tenaga kerja asal Indonesia. Dua minggu lalu, Da`i mengunjungi pabrik elektronik Western Digital di Selangor yang mempekerjakan sekitar 4.000 TKW Indonesia. Produsen hard disk itu pun mengemukakan keinginannya mendapatkan 2.000 TKW Indonesia terkait dengan perluasan pabrik dan peningkatan produksi.(*) COPYRIGHT © 2008 http://www.antara.co.id/arc/2008/7/29/perusahaan-garmen-penang-perlu-1000-tkw/ |
Ratusan Rumah Semi Permanen di Rawa Buaya Terbakar
| 29/07/2008 07:02 Kebakaran Liputan6.com, Jakarta: Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Bojong Kapling, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (29/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Api yang belum diketahui asalnya melalap ratusan rumah semi permanen. Angin yang bertiup kencang membuat api susah dipadamkan. Sepuluh mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan kesulitan untuk memadamkan api. Hingga kini api dilaporkan belum bisa dipadamkan sepenuhnya. Akibat peristiwa ini, ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi di lapangan setempat. Hingga saat ini, jajaran Kepolisian Sektor Cengkareng masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.(JUM/Rahadianto Rahmad)
|
PRT Hong Kong Demo Minta Keadilan
28/07/2008 18:28 wib - Internasional Aktual
Kebijakan pemerintahan Donald Tsang mengenai penundaaan pajak selama dua tahun ini telah membuat para majikan di Hong Kong melakukan terminate (PHK) tehadap PRT-nya. Hal ini karena kebijakan ini hanya berlaku kepada PRT kontrak baru. Kebijakan yang membebaskan majikan untuk membayar pajak sebesar HK$ 400 ini sendiri akan mulai berlaku pada bulan Agustus 2008.
"Buruh migran sama sekali tidak diuntungkan dengan ada atau tidak adanya pajak ini," tegas Rusemi, Ketua Indonesian Migrant Workers Union (IMWU), dalam orasinya di depan massa buruh migran saat aksi.
"Pemerintah seharusnya tahu, levy suspension yang hanya berlaku pada kontrak baru akan memancing majikan untuk mem-PHK PRT," terangnya.
Menurut Rusemi, satu hari sejak pemerintah mengumumkan hal ini, sekretariat IMWU telah menerima 20 telpon pengaduan dari buruh migran Indonesia (BMI). Ini belum termasuk data BMI yang perpanjangan kontraknya di cancel oleh majikan.
"Tingkat /PHK bagi BMI di Hong Kong adalah 1:20 per harinya, sekarang sejak pengumuman pemerintah Hong Kong meningkat menjadi 10: 20 perharinya, itu belum termasuk yang proses perpanjangan kontrak yang tiba-tiba di batalkan oleh majikan, di-terminate dengan memberikan one month notice, ini sudah keterlaluan," lanjutnya.
Bagi buruh migran asal Nepal, kebijakan ini semakin mendorong mereka ke dalam situasi sangat sulit. Pemerintahan Hong Kong telah melakukan visa ban bagi buruh migran Nepal, artinya dalam situsai sekarang jika PRT asing asal Nepal di-terminate, maka bagi mereka inilah akhir dari pekerjaan mereka di Hong Kong.
"Bagi kami, kebijakan ini telah jelas-jelas menghalangi kami untuk hidup sejahtera. Buruh migran telah memberikan kontribusi pendapatan sebesar 1 persen setiap tahunnya kepada pemerintahan Hong Kong. Inilah cara mereka menghargai kerja kami, dengan membuang kami setelah keadaan ekonomi Hong Kong sudah kembali pulih," ujar Maya, Ketua Union of Nepalese Domestic Workers (UNDW) dalam rilisnya kepada SM CyberNews.
Dalam aksi yang diikuti pekerja rumah tangga dari Indonesia, Filipina, Thailand, Nepal dan Hong Kong ini, mereka menuntut penundaan pajak ini diberlakukan untuk semua kontrak, dan diberlakukan secepatnya. "Pergunakan uang pajak majikan sebagai dana konpensasi bagi buruh migran, dan naikan upah," kata Maya. (MH Habib Shaleh /CN08)
http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=10613 |
28 July 2008
Setiap Pekan Malaysia Pulangkan 1.000 TKI
Jum'at, 25 Juli 2008 - 16:05 wibJAKARTA - Frekuensi pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal oleh Pemerintah Malaysia terus mengalami peningkatan. Data terakhir menunjukkan setiap pekannya sekira 500 hingga 1.000 TKI dipulangkan ke Indonesia. "Perwakilan Pemerintah Indonesia di Sabah mencatat 500-1.000 TKI dipulangkan setiap pekan. Namun, itu adalah hal biasa dan bukan deportasi," ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) RI, Teuku Faizasyah di Kantor Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (25/7/2008). Dia menjelaskan, kasus pemulangan tenaga kerja asing merupakan hal biasa yang rutin dilakukan suatu negara. Terlebih, kasus tersebut tidak hanya menimpa tenaga TKI. Tapi juga menimpa tenaga kerja dari negara. "Pemulangan untuk tenaga kerja dari Filipina juga meningkat," ujarnya. Pemerintah Indonesia, kata dia, senantiasa melakukan koordinasi dengan Pemerintah Malaysia terkait pemulangan TKI. "Bentuknya, perwakilan kita melakukan pemeriksaan berbagai dokumen yang dibawa TKI," ujarnya. |
12 Tahun Rizki Derita Gizi Buruk Hingga Lumpuh
Minggu, 27 Juli 2008 - 15:48 wibPANDEGLANG - Seorang bocah di Pandeglang, Banten, terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Pandeglang karena menderita gizi buruk akut. Ironisnya, bocah yang kini berusia 13 tahun itu, baru dirawat di rumah sakit setelah selama 12 tahun tak tersentuh medis dan hanya dirawat dirumah oleh ibunya. Kondisi tubuh Ahmad Rizki memang sangat memprihatinkan. Di usia 13 tahun, Rizki hanya memiliki berat badan 6 kilogram saja. Hal itu membuat kondisi tubuh Rizki tak sempurna, kedua tangan dan kakinya melipat dan tak bisa lagi diluruskan hingga mengalami kelumpuhan. Tak sebagus namanya, Rizki tampak seperti mumi kering, perutnya kempis tak berdaging dan hanya bola mata saja lah yang bisa digerakkannya. Rizki yang kini manjalani perawatan di ruang anak RSU Pandeglang itu adalah putera kedua dari enam bersaudara. Masnah, ibunda rizki adalah seorang janda yang hanya bekerja sebagi pembuat kerupuk melinjo di kediamannya di Desa Dahu, Kecamatan Cikeudal, Pandeglang, dengan penghasilan Rp5.000 perhari. Rizki mulai menderita gizi buruk sejak berusia 1 tahun, namun karena masnah tak memiliki uang untuk berobat, akhirnya selama 12 tahun Rizki hanya dirawat di rumahnya saja hingga kondisinya seperti sekarang. Rizki saat ini telah dirawat secara baik dirumah sakit, namun, hal itu bukan berarti keluarganya tak butuh biaya untuk penyembuhan Rizki. Apadaya, Masnah hanya dapat menanti uluran tangan para dermawan yang menysihakn sedikit rezeki untuk Rizki. (Bayu Adi Wicaksono/Global/uky) |
Tkw Asal Ngawi Meninggal di Singapura
26/07/08 18:39 Ngawi (ANTARA News) - Suwarni (25), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal RT01/RW05, Dusun Bangsri, Desa Pakah, Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur meninggal dunia di Singapura. TKI tersebut meninggal dunia setelah jatuh dari lantai sembilan sebuah apartemen. Perwakilan pihak kelurga korban, Sumiran, Sabtu mengatakan, pihak keluarga yang ditinggalkan mengaku pasrah dengan meninggalnya anggota keluarganya. Hanya saja pihak keluarga menuntut semua hak-hak dari korban semuanya di penuhi. "Korban berangkat ke Singapura sejak 14 bulan yang lalu. Ini adalah keberangatan yang pertama. Dia adalah salah satu tumpuan keluarga. Untuk itu kami berharap semua hak-hak dari korban bisa diberikan," katanya saat dikonfirmasi. Menurut dia, korban berangkat ke Singapura melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Mutiara Putra Utama, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Selama menjadi tenaga kerja wanita di Singapura, korban baru satu kali melakukan kontak dengan pihak keluarga di Ngawi dan hingga meninggal belum menikah. "Setelah berangkat ke Singapura (korban) jarang melakukan kontak dengan pihak keluarga. Seingat saya baru satu kali melakukan kontak. Korban adalah anak kedua dari pasangan Hadi Iswoyo dan Karti," katanya menambahkan. Sementara itu, Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Ngawi Sujito mengatakan, dengan adanya kasus salah satu TKW asal Kabupaten Ngawi ini, pihaknya akan membantu keluarga dalam pengurusan hak-hak yang harus diterima oleh korban. "Kami akan membantu keluarga korban dalam mengurus hak-hak korban. Selain itu, kami akan melakukan koordinasi dengan PJTKI yang memberangkatkan. Jika TKI/TKW yang meninggal berangkat dengan legal maka seluruhnya haknya akan terpenuhi," katanya. Jenazah korban tiba di rumah duka di RT 01/RW05, Dusun Bangsri Desa Pakah, Kecamatan Mantingan sekira pukul 12.30 WIB. Setelah beberapa saat disemanyamkan di rumah duka, korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.(*) COPYRIGHT © 2008
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/26/tkw-asal-ngawi-meninggal-di-singapura/ |
Ahmad Rizki Kembali Masuk Rumah Sakit
| 26/07/2008 13:25 Gizi Buruk
|
Kawin Foto untuk Keluar dari Kemiskinan
| 27/07/2008 14:05 Perdagangan Manusia
|
TKW Hong Kong Teracam PHK Massal
25/07/2008 15:54 wib - Internasional Aktual
"Sejak diumumkannya rencana pembebasan pajak selama 2 tahun bagi majikan pada akhir bulan Juli 2008, jumlah buruh migran Indonesia yang di-PHK meningkat," ungkap IMWU dalam rilisnya, Jumat (25/7).
Pengumuman penghapusan pajak majikan selama 2 tahun ini telah memicu gelombang terminate (PHK massal) bagi buruh migran di Hong Kong. Pemerintah Hong Kong telah mengumumkan kepada publik, bahwa mulai Agustus 2008, setiap majikan akan dibebaskan dari beban pajak PRT sebesar HK$ 400 per bulan.
Pembebasan pajak ini akan diberikan bagi setiap majikan yang menandatangani kontrak kerja baru untuk mempekerjakan pekerja rumah tangga asing. "Ada atau tidak adanya pajak ini adalah murni kepentingan majikan," kata Rusemi, Ketua Indonesian Migrant workers Union (IMWU).
Menurut Rusemi praktek pembayaran pajak selama ini sangat merugikan pekerja rumah tangga asing, terutama yang berasal dari Indonesia. Mayoritas majikan, yang mempekerjakan PRT asing asal Indonesia, tidak mau membayar pajak tersebut, sehingga yang menjadi korban adalah PRTnya. Setiap bulan upah mereka dipotong majikan sebesar HK$ 400.
Pemberlakukan pajak ini sendiri dimulai pada tahunn 2003, bersamaan dengan pemotongan upah yang kedua bagi PRT asing di Hong Kong, yang sebelumnya dilakukan pada tahun 1998. Kebijakan ini diambil pemerintah Hong Kong guna meningkatkan pendapatan negara, yang saat itu sedang diterpa krisis ekonomi.
"Waktu krisis, kami, buruh migran yang diminta berada di paling depan untuk berkorban guna memperbaiki kondisi ekonomi dengan pemotongan upah. Namun setelah semuanya kembali menjadi baik apa yang terjadi, pemerintah belum mengembalikan upah kita ke HK$ 3860, bahkan rencana penghapusan pajak ini, malah semakin mempersulit posisi PRT asing," terang Rusemi.
Pemberlakukan penghapusan pajak selama 2 tahun ini, yang akan dimulai Agustus 2008, memang memberikan kesempatan bagi para majikan untuk mem-PHK PRT-nya. Keterangan yang diperoleh dari sekretraiat IMWU, 24 jam sejak diumumkannya hal ini, sekretariat IMWU menerima 20 telpon dari BMI yang menyatakan bahwa dirinya telah determinate/PHK.
"Tingkat terminate/PHK bagi BMI di Hong Kong adalah 1:20 per harinya. Sekarang sejak pengumuman pemerintah Hong Kong meningkat menjadi 10: 20 perharinya. Itu belum termasuk yang proses perpanjangan kontrak yang tiba-tiba di batalkan oleh majikan, determinate dengan memberikan one month notice, ini sudah keterlaluan," lanjutnya. Menyikapi kondisi objektif ini, IMWU bersama serikat buruh dan organisasi buruh migran dari berbagai kebangsaan, yang ada di Hong Kong akan menggelar aksi pada Minggu, 27-Juli 2008, ke kantor Central Government Office (CGO).
Aksi ini akan membawa tuntutan pemberlakuan penundaan pajak selama 2 tahun secepat mungkin, penundaan pajak harus berlaku bagi kontrak baru dan kontrak lama, kembalikan upah ke HK$ 3860, dana kompensasi bagi buruh migran, hapus New Condition of Stay dan aturan dua minggu.
"Gelombang terminate massal ini harus dihentikan secepat mungkin, buruh migran harus secepatnya bergerak, sebelum semuanya menjadi terlambat," tegas Rusemi. (MH Habib Shaleh /CN08)
http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=10402 |
TKW Asal Ngawi Meninggal di Singapura
26/07/2008 18:56 wib - Nasional Aktual (Ant /CN05) http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=10477 |
26 July 2008
Reduce foreign worker levy by 50%, urges Sabah manufacturers
By RUBEN SARIO
KOTA KINABALU: Sabah manufacturers are suggesting a 50% reduction in the levy of foreign workers as a way of reducing the number of illegal immigrants in the state.
With just a matter of weeks before a massive crackdown against illegal immigrants gets underway in the state, the Federation of Sabah Manufacturers (FSM) said the present levy for foreign workers was simply too high.
Citing an example, FSM president Datuk Wong Ken Thau said the annual levy for a worker in either the manufacturing and construction sectors was about RM2,000.
"The heavy levy is one of the reasons why many foreign workers are in the state illegally," he said Saturday after a briefing on the SME Recognition Award 2008 here.
He said a reduction by up to half of the present amount would encourage employers to ensure that their foreign workers were properly registered and documented.
Wong said Sabah employers needed foreign workers as locals were still shying away from menial jobs. "Foreign workers also have the necessary skills that are needed here," Wong added.
On the impending crackdown, he said no one should interfere in the exercise as the federal authorities were carrying it out in response to calls by various groups in Sabah who had expressed their concerns over the large number of foreigners in the state.
25 July 2008
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kamis, 24 Juli 2008 | 14:26 WIB TEMPO Interaktif, SERANG:Sedikitnya 9.000 anak di Provinsi Banten menderita gizi buruk. Angka ini belum mencapai 1 persennya dari total seluruh balita di kawasan ini.
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2008/07/24/brk,20080724-128932,id.html |
Presiden Bush Pakai Baju Produksi TKW Indonesia
23/07/08 21:07 Kuala Lumpur (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat George W. Bush selalu memakai baju merek Brooks Brothers produksi Pan Apparel Sdn Bhd, Penang, Malaysia, dan buatan tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia, kata General Manager Pan Apparel Sdn Bhd Khoo Aiwah di Penang, Rabu. "Jadi Presiden Bush selalu pakai baju produk Malaysia yang dikerjakan oleh TKW Indonesia," kata Khoo ketika menerima kunjungan Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar ke pabrik pakaian jadi Pan Apparel. Bahkan, tambahnya, Bush memerintahkan semua stafnya menggunakan produk merek Brooks Brothers produksi Malaysia. Dubes Da`i melihat kondisi kerja sekitar 600 orang TKW Indonesia yang bekerja di pabrik itu. Selain melihat kondisi kerja, ia juga berdialog untuk mengetahui masalah-masalah yang mereka hadapi. Pan Apparel adalah perusahaan pakaian jadi yang mempunyai pabrik di beberapa negara, termasuk satu di Malaysia. Produk garmen ini hanya untuk ekspor dan 82 persen produknya diekspor ke Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, Khoo juga menyampaikan keluhannya mengenai sulitnya mendapat TKW asal Indonesia. "Karena sulit terpaksa kami rekrut pekerja dari Vietnam, Filipina dan Myanmar," katanya. "Kami pekerjakan 600 TKW asal Jawa dan Sumatera dari sekitar 2.900 pekerja. Beberapa tahun lalu, kami pekerjakan lebih dari 1000 TKW," kata Khoo. Pabrik garmen itu sudah mempekerjakan TKW sejak tahun 1996. Da`i menyatakan kesanggupannya untuk membantu mencarikan pekerja Indonesia. "Berapa perlunya ?" tanya Da`i. "Jika bisa mendapatkannya, kami perlu lebih dari 1.000 orang," kata Khoo lagi. Bagi mereka, lebih suka menggunakan pekerja Indonesia karena aspek komunikasi bisa lebih mudah dibandingkan dengan pekerja Vietnam, Filipina atau Myanmar. Perusahaan garmen itu kini mempekerjakan juga 600 pekerja Vietnam, 200 orang Filipina dan 200 orang Myanmar. Mengenai gaji, ia menjelaskan semua pekerja akan masuk pelatihan selama tiga bulan. "Selama pelatihan mereka akan menerima 450 ringgit (Rp1,3 juta) per bulan. Ketika sudah bekerja, mereka akan menerima gaji mulai dari 800 ringgit (Rp2,3 juta) hingga 1.800 ringgit (Rp5,2 juta) per bulan. Dialog Ketika terjadi dialog dengan sekitar 50 TKW, mereka bukannya mengungkapkan keluhan atas pelayanan manajemen tapi semuanya mengeluhkan banyaknya pemerasan di pelabuhan udara. Seorang TKW asal Medan, Maya mengaku diminta duit oleh petugas Depnaker Rp1 juta hanya karena tidak bisa menunjukan surat cuti dari perusahaan. "Saya bukan tidak mau buat surat cuti tapi saya tidak tahu kalau surat cuti itu harus dibawa ke Indonesia. Padahal perusahaan sudah berikan izin," katanya. Seorang TKW asal Tulung Agung, Jawa Timur, Retno menceritakan pengalaman menggunakan bus Depnaker untuk pulang ke kampung halaman dari Bandara Soekarno-Hatta. "Saya sudah bayar semua, tapi supir masih minta duit lagi dengan cara paksa sebesar Rp150.000," katanya. Hal yang sama dikeluhkan Nining, TKW asal Tanjung Priok Jakarta. "Masak rumah saya dekat di Jakarta harus gunakan bus Depnaker. Sudah tunggunya lama karena harus penuh. Putar-putar dulu sementara saudara sudah jemput. Dijemput saudara pun ternyata harus membayar kepada mereka," katanya. TKW asal Bandung Rosidah menceritakan pengalamannya diperas di Bandara Husein Sastranegara. "Saya bisa keluar dengan aman di Bandara, tapi teman saya yang punya dokumen lengkap seperti saya ditahan dan ujung-ujungnya minta duit Rp150.000 baru diijinkan keluar," ungkap Rosidah. Da`i kemudian menanggapi. "Adanya terminal TKI di Bandara Soekarno-Hatta sebenarnya baik. Pemerintah ingin melayani pahlawan devisa dengan baik, tapi di lapangan ternyata banyak oknum yang bermain. Kami akan segera laporkan masalah ini kepada departemen terkait," kata Da`i berjanji.(*) COPYRIGHT © 2008
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/23/presiden-bush-pakai-baju-produksi-tkw-indonesia/ |
Malaysia Tahan Kapal Indonesia, Ada 19 WNI Nyaris Tewas
24/07/08 08:40
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/24/malaysia-tahan-kapal-indonesia-ada-19-wni-nyaris-tewas/ |
31 Balita Penderita Gizi Buruk Meninggal
25/07/08 01:43 COPYRIGHT © 2008
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/25/31-balita-penderita-gizi-buruk-meninggal/ |
Balita Penderita Gizi Buruk Ditolak Puskesmas
| Liputan6.com, Bengkulu: Seorang bayi penderita gizi buruk di Kelurahan Padang Nangka, Kota Bengkulu, ditolak berobat puskesmas setempat. Penolakan itu karena orangtua bayi itu tidak memiliki biaya. Akibatnya, sang bayi hanya dirawat di rumah. Saat dikunjungi SCTV, belum lama ini, kondisi Edwin Jodiansyah sangat mengenaskan. Bayi berusia 13 bulan itu hanya memiliki berat badan lima kilogram. Edwin menderita gizi buruk karena sejak lahir tidak mendapatkan asupan makanan yang bergizi.(TOZ/Rishnaldi dan Herry Supandi)
|
Biaya Agen TKI di Hongkong sangat Mahal
23/07/2008 12:18 wib - Internasional Aktual
Hong Kong, CyberNews. Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) meminta pemerintah memangkas biaya agen menjadi HK$ 9000 (Rp.9.132.000). Biaya agen saat ini sebesar Rp15.550.000 dinilai sudah kelewat mahal bagi para TKI.
Tuntutan pemangkasan biaya agen ini sudah sejak lama menjadi agenda gerakan buruh migran Indonesia di Hong Kong. Mereka ngotot meminta biaya agen diturunkan lagi menjadi HK$ 9000! Sebelumnya, pemerintah melalui Dirjen Pembina dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia menetapkan biaya penempatan buruh migran Indonesia ke Hong Kong menjadi Rp 15.550.000.
Sebelumnya melalui SK no: KEP 653/2004 biaya penempatan ditetapkan sebesar Rp.9.132.000 atau sebesar HK$9000. "Pada tahun 2004, gerakan buruh migran Indonesia menghasilkan kemenangan kecil perihal biaya agen," kenang Ketua Komite Eksekutif IMWU Rusemi dalam siaran persnya, Rabu (23/7).
Diceritakan, IMWU dan KOTKIHO yang saat itu telah memulai kampanyenya mengenai pemangkasan biaya agen menjadi sembilan juta rupiah, berhasil menekan pemerintahan Indonesia untuk menetapkan baiya agen bagi BMI ke Hong Kong. Dari semula sebesar Rp. 17. 845.000 (ditetapkan dalam SK no 603/1999) menjadi Rp.9.132.000 (ditetapkan dalam SK no KEP 653/2004) oleh dirjen yang saat itu bernama Made Arke.
Selain meminta penurunan biaya agen, Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) juga menuntut pemerintah Indonesia untuk merevisi UU no 39/2004, menghentikan underpayment, dan mem-I majikan, PJTKI dan agen yang melanggar hukum. (MH Habib Shaleh /CN08)
http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=10243 |
Australia Tuduh Nelayan Indonesia Ageni Imigran Gelap
23/07/2008 15:13 wib - Nasional Aktual (Ant /CN08)
http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=10258 |
WNI Dihimbau Waspadai Tawaran Pekerjaan di Selandia Baru
23/07/2008 22:47 wib - Internasional Aktual (Ant /CN09)
http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=10285 |