-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

01 May 2007

GIZI BURUK: Tujuh Balita Meninggal di NTB

Kompas -- Nusantara
Selasa, 01 Mei 2007

GIZI BURUK
Tujuh Balita Meninggal di NTB

Mataram, Kompas - Hingga Senin (30/4), Rumah Sakit Umum Mataram, Nusa Tenggara Barat, masih merawat dua bayi penderita gizi buruk. Salah satunya adalah Desak Nyoman Bunga (1), warga Jalan Wanasara, Cakranegara, Kota Mataram.

Desak masuk RSU hari Senin kemarin dengan barat badan hanya 4 kilogram. Saat ini ia hanya bisa berbaring dan napasnya tersengal-sengal. "Dia sesak napas, ndak mau makan, minum susu sekadarnya," kata Desak Nyoman Rasi, ibunya.

Pasien lain adalah Windi Aprianti (1,6 tahun), warga Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang, Kota Mataram. Menurut ibunya, Mahani, kondisi Windi lebih baik. Beratnya sudah naik dari 4 kilogram menjadi 5 kilogram setelah dirawat 33 hari.

Data di Humas RSU Mataram menyebutkan, selama tahun 2007 sudah 18 bayi dirawat karena gizi buruk. Dari jumlah itu, tujuh meninggal dunia. Korban terakhir adalah Sapoan (1,5 tahun) yang meninggal Sabtu (28/4) pukul 10.00. Ia dirawat sejak 20 April. Sehari sebelumnya, Wulandari (1) juga meninggal setelah dirawat empat hari.

Belum berkurang

Di Makassar, pakar gizi dari Universitas Hasanuddin, Nurpudji Astuti, menyatakan, semua kabupaten/kota di Sulawesi Selatan belum bisa menekan gizi buruk di daerahnya. "Dari berbagai penelitian yang kami lakukan, ternyata kasus gizi buruk masih banyak terjadi di Sulsel," katanya.

Di Kota Makassar, misalnya, hingga 2004/2005 ada 1.434 anak balita mengalami gizi buruk dan gizi kurang. "Angka ini tidak jauh berubah sampai sekarang," ujar Pudji. Kasus gizi buruk juga selalu terjadi di Kabupaten Maros, Bone, dan sejumlah daerah lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel A Muhadir bahkan menyatakan kasus gizi buruk naik dari 16 pada tahun 2005 menjadi 29 pada 2006. (rul/ren)