13 Juni 2007
KARAWANG (Pos kota) - Nasib 110 pekerja pabrik rem motor dan mobil PT Mitra Metal Perkasa (MMP) di Kawasan Industri Mitra, Kecamatan Ciampel, Karawang, yang dirumahkan (cuti massal) pihak perusahaan hingga Rabu (13/6) belum jelas, setelah pihak pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI) PT MMP, yang berunding dengan pihak Tripartit di Kantor Disnaker Karawang, gagal memperoleh kesepakatan.
Karyawan pabrik yang sudah beroperasi sejak 1998 ini, dua pekan lalu melakukan aksi mogok kerja di halaman pabriknya, sampai nginap di depan pintu gerbang pabrik dengan memasang belasan tenda darurat. Kemudian perwakilan mereka diajak untuk berunding dengan pihak perusahaan di Kantor Disnaker Karawang .
Ternyata pada perundingan antara Tripartid dengan perwakilan karyawan MMP, pengurus PUK FSMPI MMP dan pengurus Perwakilan Cabang (PC) Serikat Pekerja Metal Automotiv Karawang (SPAMK), kemarin itu seharusnya sudah memperoleh kesepakatan, ternyata belum memperoleh titik temu. Pihak perusahaan tetap menolak lima tuntutan yang diajukan para karyawannya itu.
Sopfyan Duri, Ketua FSMPI PT MMP mengatakan, hasil pertemuan di Kantor Disnaker, pihak perusahaan tetap menolak tuntutan karyawan.
(nourkinan)
