Rabu, 9 April 2008 - 17:56 wib
JAKARTA ? Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur diminta memfasilitasi pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tersekap di Irak. Langkah tersebut diambil karena upaya Departemen Luar Negeri (Deplu) belum menuai hasil signifikan.
Permohonan kepada Gus Dur akan diajukan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) akhir pekan ini. ?Gus Dur memiliki pengaruh kuat di Irak, sehingga tepat dipilih menjadi fasilitator. Peluang keberhasilan Gus Dur memulangkan TKI lebih besar dibanding melalui Deplu,? ujarnya, Rabu (9/4/2008).
Jamaluddin menegaskan, karisma Gus Dur di luar negeri cukup dikenal termasuk di Irak. Cucu pendiri Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyary tersebut akan dikolaborasi dengan bantuan Duta Buruh Migran Indonesia Franky Sahilatua.
SBMI sendiri menyadari bahwa Indonesia belum memiliki perwakilan di negara yang pernah dipimpin Presiden Saddam Hussein (tahun 1979 - 2003) tersebut.
Namun Deplu diminta tidak menjadikan itu sebagai alasan mengabaikan masalah TKI di manapun berada. ?Informasi tentang TKI di Irak masih sulit didapat. Beruntung kami (SBMI) bisa mengorek keterangan dari Pak Karso selaku salah satu agen pemberangkatan tersebut,? kata Jamaluddin
Dijelaskan Jamaluddin, TKI diberangkatkan ke Irak dalam dua gelombang. Pertama berjumlah 17 orang dan delapan diantaranya berhasil dipulangkan, sedangkan gelombang kedua berjumlah 16 orang dan hingga kini belum diketahui nasibnya.
Pihak Deplu sebelumnya mengaku telah mengetahui kasus TKI yang tersekap di negara Jazirah Arab tersebut. ?Kami (Deplu) heran kenapa TKI ini bisa sampai ke sana. Namun prinsipnya Deplu tetap berupaya menyelesaiakan kasus ini termasuk meminta bantuan Organisasi Migran Internasional atau IOM,? tandas Juru Bicara Deplu Kristiarto Legowo.(muh sahlan/Sindo/ahm)
Permohonan kepada Gus Dur akan diajukan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) akhir pekan ini. ?Gus Dur memiliki pengaruh kuat di Irak, sehingga tepat dipilih menjadi fasilitator. Peluang keberhasilan Gus Dur memulangkan TKI lebih besar dibanding melalui Deplu,? ujarnya, Rabu (9/4/2008).
Jamaluddin menegaskan, karisma Gus Dur di luar negeri cukup dikenal termasuk di Irak. Cucu pendiri Nahdatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyary tersebut akan dikolaborasi dengan bantuan Duta Buruh Migran Indonesia Franky Sahilatua.
SBMI sendiri menyadari bahwa Indonesia belum memiliki perwakilan di negara yang pernah dipimpin Presiden Saddam Hussein (tahun 1979 - 2003) tersebut.
Namun Deplu diminta tidak menjadikan itu sebagai alasan mengabaikan masalah TKI di manapun berada. ?Informasi tentang TKI di Irak masih sulit didapat. Beruntung kami (SBMI) bisa mengorek keterangan dari Pak Karso selaku salah satu agen pemberangkatan tersebut,? kata Jamaluddin
Dijelaskan Jamaluddin, TKI diberangkatkan ke Irak dalam dua gelombang. Pertama berjumlah 17 orang dan delapan diantaranya berhasil dipulangkan, sedangkan gelombang kedua berjumlah 16 orang dan hingga kini belum diketahui nasibnya.
Pihak Deplu sebelumnya mengaku telah mengetahui kasus TKI yang tersekap di negara Jazirah Arab tersebut. ?Kami (Deplu) heran kenapa TKI ini bisa sampai ke sana. Namun prinsipnya Deplu tetap berupaya menyelesaiakan kasus ini termasuk meminta bantuan Organisasi Migran Internasional atau IOM,? tandas Juru Bicara Deplu Kristiarto Legowo.(muh sahlan/Sindo/ahm)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
