Selasa, 08 April 2008 | 14:21 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:
Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, menuai protes. Seorang mahasiswa dari Universitas Islam 45, terlibat keributan dan sempat dipukuli petugas Trantib.
Aksi protes meletup ketika 50 petugas Trantib membongkari tenda-tenda pedagang di Jalan Cut Mutiah, yang berada di depan kampus tersebut, Selasa (8/4), pukul 10.00 WIB.
Tiga orang mahasiswa, salah satu di antaranya Ozi, mahasiswa semester 12 Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, mendatangi para petugas Trantib. Dia mengatakan, "Kasihan rakyat miskin, jangan main gusur seenaknya". Perkataan itu menyulut emosi petugas Trantib, mereka beramai-ramai mengerubuti Ozi.
Dia akhirnya dilepas, dan diminta masuk ke kampus. Tetapi sekitar 20 orang mahasiswa lainnya, turut memprotes tindakan petugas trantib. Kedua belah pihak akhirnya sepakat berdialog, para mahasiswa mengaku mewakili pedagang.
Kepala Satuan Pamong Praja Kota Bekasi Syafri, mengatakan tidak sepantasnya mahasiswa menggembosi pedagang supaya menolak upaya pemerintah membersihkan kota. "Ini sudah tugas kami, lagipula surat pemberitahuan sudah kami layangkan jauh-jauh hari kepada para PKL agar pindah," kata Syafri.
Hamluddin
Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, menuai protes. Seorang mahasiswa dari Universitas Islam 45, terlibat keributan dan sempat dipukuli petugas Trantib.
Aksi protes meletup ketika 50 petugas Trantib membongkari tenda-tenda pedagang di Jalan Cut Mutiah, yang berada di depan kampus tersebut, Selasa (8/4), pukul 10.00 WIB.
Tiga orang mahasiswa, salah satu di antaranya Ozi, mahasiswa semester 12 Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, mendatangi para petugas Trantib. Dia mengatakan, "Kasihan rakyat miskin, jangan main gusur seenaknya". Perkataan itu menyulut emosi petugas Trantib, mereka beramai-ramai mengerubuti Ozi.
Dia akhirnya dilepas, dan diminta masuk ke kampus. Tetapi sekitar 20 orang mahasiswa lainnya, turut memprotes tindakan petugas trantib. Kedua belah pihak akhirnya sepakat berdialog, para mahasiswa mengaku mewakili pedagang.
Kepala Satuan Pamong Praja Kota Bekasi Syafri, mengatakan tidak sepantasnya mahasiswa menggembosi pedagang supaya menolak upaya pemerintah membersihkan kota. "Ini sudah tugas kami, lagipula surat pemberitahuan sudah kami layangkan jauh-jauh hari kepada para PKL agar pindah," kata Syafri.
Hamluddin
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
