-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

14 April 2008

TKW Meninggal Setelah Dipulangkan dari Malaysia

Jambi-Doti Nelpia (18), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Kerinci, Jambi meninggal dunia setelah dipulangkan dari Malaysia akibat mengalami kebutaan saat menjalani perawatan selama empat hari di Rumah Sakit Umum Jamil Padang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Jambi Haris Rachim, Jumat (13/7), mengungkapkan, warga asal Desa Koto Dua Baru Semurup, Kecamatan Air Hangat itu berangkat ke Malaysia tiga bulan lalu, lewat Padang (Sumbar) melalui perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), PT Bagus Suprijhon.

Di Malaysia, Doti bekerja di salah satu perusahaan elektronik beralamat di Jalan Fota Tinggi, Ulu Tiram, 81800 Johor Bahru, namun korban mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan matanya buta.

Saat bekerja membersihkan cetakan telepon genggam, tiba-tiba matanya kemasukan serbuk besi, dan pada 27 juni lalu korban dipulangkan ke kampung halamannya di Kerinci. Selama di rawat di rumah sakit kondisi mata korban kian parah, dan akhirnya, Rabu (11/7), Doti meninggal dunia. Rencananya, hari ini, Jumat (13/7), jenazahnya akan dimakamkan.

PJTKI yang memberangkatkan dan mempekerjakan korban korban selama ia dirawat tidak pernah menjenguk dan hanya menitipkan uang senilai Rp 500.000.

Pulang ke Sukabumi

Sri Hermawati (21), tenaga kerja wanita (TKW) asal Sukabumi yang disiksa majikannya di Bintagor, Malaysia hingga babak belur dan disekap selama 16 bulan, akhirnya bisa pulang ke rumahnya di Kampung Salamanjah RT 01/RW 02 Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Kamis (12/7) malam.

Suasana gembira menyelimuti keluarga Heri Hermansyah (62) dan Eti Kurniati (45) karena anak pertamanya yang kerja di Malaysia akhirnya pulang dalam kondisi selamat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.

Sri yang pulang seorang diri mengaku senang bisa kembali berkumpul dengan sanak saudara, terutama kedua orang tuanya yang selama ini sangat berharap ia bisa pulang ke rumah.”Saya sudah kangen sekali dengan sanak saudara saya, terutama kedua orang tua saya,” kata Sri dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku sudah tidak betah berada di rumah majikannya bernama Tang Chang Chow dan Moli Lee di Bintagor, Malaysia karena selalu dipukuli oleh majikan perempuan bila melakukan kesalahan. “Meski kesalahan saya kecil, saya sempat ditampar hingga berdarah dan dipukul dengan sapu, bahkan sempat hanya diberi makan satu kali dalam sehari,” jelasnya.
(ant)