-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

19 June 2008

Leliyah, TKW Asal Indramayu Meninggal di Damaskus

INDRAMAYU, (PRLM) - Kematian tenaga kerja wanita (TKW) asal Indramayu kembali terjadi, kali ini menimpa Leliyah binti Darus (32) warga RT 08 RW 02 Desa Singaraja, Kec/Kab Indramayu. Penyebab kematiannya simpang-siur karena ada yang menyebut akibat siksaan majikan juga ada yang menyatakan korban meninggal akibat kecelakaan. Namun yang lebih membuat keluarga korban terpukul, untuk memulangkan jenazah Leliyah dari Damaskus - Syiria, biayanya harus ditanggung pihak keluarga. Akibatnya Fatma (54), ibu korban mengadu ke salah satu LSM untuk membantu proses pemulangan jenazah korban dan menguruskan hak-haknya.

Adanya kasus kematian TKW yang proses pemulangan jenazahnya malah dibebankan ke pihak keluarga diungkapkan Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD) Indramayu, O`ushj Dialambaqa, Kamis (19/6). "Ini benar-benar tidak berperikemanusiaan. Sudah kehilangan anak malah harus menanggung beban biaya pemulangan jenazah," kata O`ushj.Dialambaqa.

Menurut O`ushj.Dialambaqa, Leliyah sampai nekat pergi ke negara yang sangat jauh hanya untuk menjadi pembantu rumah tangga pasti karena himpitan ekonomi. Makanya ironis ketika dia meninggal malah untuk sekadar memulangkan jenazahnya harus menyediakan biaya sampai jutaan rupiah.

Disebutkan, perihal penyebab kematian Leliyah juga menimbulkan tanda tanya di kalangan keluarga. Informasi awal diperoleh pada 31 Mei 2008 melalui telefon dari pegawai KBRI Damaskus kepada suami korban, Batarka Maolana. Abdul Kholik, nama pegawai KBRI tersebut menyebut bahwa Leliyah meninggal akibat jatuh dari lantai 4 rumah majikannya..

Namun pada 1 Juni 2008 keesokan harinya, seseorang yang mengaku dari Depnaker RI Bagian Penyidik dan bertugas di Bandara 3 Soekarno - Hatta bernama Jimmi menyatakan, Leliyah bukan meninggal akibat jatuh tetapi karena menjadi korban perampokan. "Bahkan menurut Jimmi, orang yang mengaku dari Depnaker RI di Bandara Soekarno - Hatta, pihak keluarga harus menanggung biaya pemulangan jenazah dari Damaskus ke Indramayu," ungkap O`ushj.Dialambaqa.

Direktur PKSPD, O`ushj.dialambaqa menyebutkan, adanya keharusan menanggung biaya pemulangan jenazah atas peristiwa yang menimpa TKW malang itu membuat keluarga korban di Desa Singaraja menjadi shok. Oleh karenanya O`ushj.dialambaqa meminta pihak terkait seperti Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Indramayu dapat membantu upaya pemulangan jenazah Leliyah ke Indramayu tanpa dibebani biaya.

"Di samping juga melacak kebenaran penyebab kematian Leliyah dan menguruskan hak-haknya seperti gajinya sebagai TKW. Karena pihak keluarga sebelumnya sempat memperoleh informasi, di tempat kerjanya korban sering disiksa oleh majikannya," ujar O`ushj.Dialambaqa menambahkan.

Perihal informasi, sebelum dikabarkan meninggal Leliyah sering disiksa majikannya hal itu seperti diungkapkan Sunardi, saudara korban yang istrinya menjadi TKW di Oman. Menurut cerita Ratnasari, istri Sunardi yang juga masih sepupu Leliyah, pada 5 Mei 2008 sebelum dikabarkan meninggal sempat menerima telefon dari korban.

Leliyah saat itu meminta Ratnasari untuk mengabarkan kondisi dirinya di Damaskus kepada keluarganya di Indramayu. Karena menurut pengakuan Leliyah, saat bekerja ia sering disiksa majikan dengan cara dipukuli dengan balok kayu hingga mengeluarkan darah dari mulut dan hidung. Atas informasi itu pihak keluarga merasa ada masalah yang tidak beres menyangkut penyebab kematian Leliyah.

Pengawas TKI pada Kantor Dinsosnaker Kabupaten Indramayu, Hendra Pondaga membenarkan adanya laporan kasus TKW Leliyah yang meninggal di Damaskus. Ia mengaku tengah berada di Jakarta untuk menindaklanjuti laporan tersebut ke BNP2TKI dan Departemen Luar Negeri RI.

Menurut Hendra Pondaga, pihaknya sudah mengetahui nama PJTKI yang memberangkatkan Leliyah bekerja ke luar negeri. "Karenanya yang harus membiayai pemulangan jenzah Leliyah tentu saja PT Bali Duta Mandiri, perusahaan PJTKI yang memberangkatkannya," ujar Hendra Pondaga melalui telefon selulernya.

Hanya menyangkut penyebab kematiannya, dari hasil konfirmasi yang dilakukan Leliyah meninggal akibat kecelakaan yakni terjatuh dari bangunan bertingkat di tempat majikannya. Kemungkinan kepastiannya baru dapat diketahui setelah jenazah dipulang yakni melalui visum yang menyertainya. (A-96/A-37)***