Liputan6.com, Brebes: Seorang tewas dan sepuluh lainnya mengalami luka bakar serius akibat kebakaran di lokasi pasar agustusan yang digelar di kompleks Stadion Karangbirahi, Kota Brebes, Jawa Tengah, Kamis (7/8) malam. Kobaran api pun menghanguskan sedikitnya 15 kios pedagang kaki lima.
Api sulit dipadamkan. Selain angin bertiup cukup kencang, dua mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Brebes juga kesulitan menjangkau lokasi kebakaran sebab terhalang banyaknya pengunjung pasar agustusan. Ini mengingat pasar agustusan buka siang dan malam untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut sejumlah pengunjung pasar malam, api berasal dari trafo di atas tiang listrik yang tiba-tiba meledak. Timbul percikan api yang menyambar kios-kios yang berada di bawah tiang listrik. Para pengunjung dan pedagang panik menyelamatkan diri beserta barang dagangan mereka.
Para korban umumnya mengalami luka bakar serius pada hampir seluruh bagian tubuh. Mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Brebes untuk mendapatkan perawatan. Isak tangis tak terbendung baik dari para korban ataupun keluarga yang mendatangi ruang gawat darurat Rumah Sakit Brebes, tempat mereka diobati.
Sedangkan seorang yang meninggal adalah Imam Fadli, warga Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes. Remaja berusia 13 tahun ini merupakan pengunjung pasar malam agustusan di kompleks Stadion karangbirahi. Adapun hingga kini belum diketahui secara persis jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat terbakarnya belasan kios pasar malam agustusan tersebut.
Sementara itu, generator set atau genset milik pusat perbelanjaan Pasaraya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, semalam dikabarkan meledak. Para pengunjung dan seluruh karyawan gedung sempat panik. Mereka melihat asap keluar dari basement atau lantai bawah tanah gedung tersebut.
Situasi bertambah panik karena seluruh lampu di dalam gedung mendadak padam. Kepulan asap tersebut diduga berasal dari genset yang meledak. Namun hal itu dibantah Alwani, Manajer Operasional Pasaraya.
Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Namun, tak kurang dari 15 mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mengantisipasi dampak ledakan. Hingga dini hari tadi, aliran listrik di Gedung Pasaraya belum kembali normal. Aparat Kepolisian Resor Jakarta Selatan masih menyelidiki penyebab ledakan tersebut.(ANS/Sugihartono dan Deden Yulianes)
