Selasa, 09/09/2008 15:25 WIB
TKI Tertinggal dalam Bahasa Asing
Didi Syafirdi - detikNews
Serang - Bahasa menjadi kendala utama bagi para TKI yang bekerja di luar negeri. Ke depan para TKI akan dibekali keahlian berbahasa asing agar dapat beradaptasi dengan cepat.
"Saya buat program khusus untuk kelas internasional pas masuk sudah langsung belajar bahasa asing, TKI Indonesia masih tertinggal dalam bahasa asing," ujar Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, kepada wartawan.
Hal ini disampaikan Jumhur di Kantor Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI), Jl Raya Pandeglang, Serang, Banten, Selasa (9/9/2008).
Menurut Jumhur, sulitnya TKI bersaing hanya karena bahasa. "Kalau masalah keterampilan TKI kita hampir rata-rata menguasai," imbuhnya.
Ke depan, Jumhur, berharap pelatihan bahasa ini dapat segera direalisasikan walau tidak dalam waktu yang singkat. "Saya sudah bicara dengan Mendiknas, butuh waktu 3 tahun ini harus dari awal," jelasnya.
Jumhur juga menilai pendidikan bahasa ini tidak hanya 1 bahasa tapi ada bahasa lain yang harus dipelajari. "Bisa bahasa Japan, Arab. Tergantung permintaan," katanya.
Bila para TKI sudah bisa menguasai bahasa asing, Jumhur optimistis TKI bisa lebih diterima. "Akan sangat berpengaruh TKI kita akan bisa lebih bersaing," pungkasnya.
(did/nrl)
TKI Tertinggal dalam Bahasa Asing
Didi Syafirdi - detikNews
"Saya buat program khusus untuk kelas internasional pas masuk sudah langsung belajar bahasa asing, TKI Indonesia masih tertinggal dalam bahasa asing," ujar Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, kepada wartawan.
Hal ini disampaikan Jumhur di Kantor Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI), Jl Raya Pandeglang, Serang, Banten, Selasa (9/9/2008).
Menurut Jumhur, sulitnya TKI bersaing hanya karena bahasa. "Kalau masalah keterampilan TKI kita hampir rata-rata menguasai," imbuhnya.
Ke depan, Jumhur, berharap pelatihan bahasa ini dapat segera direalisasikan walau tidak dalam waktu yang singkat. "Saya sudah bicara dengan Mendiknas, butuh waktu 3 tahun ini harus dari awal," jelasnya.
Jumhur juga menilai pendidikan bahasa ini tidak hanya 1 bahasa tapi ada bahasa lain yang harus dipelajari. "Bisa bahasa Japan, Arab. Tergantung permintaan," katanya.
Bila para TKI sudah bisa menguasai bahasa asing, Jumhur optimistis TKI bisa lebih diterima. "Akan sangat berpengaruh TKI kita akan bisa lebih bersaing," pungkasnya.
(did/nrl)
