-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

04 December 2008

BNP2TKI Sudah Kirim 4,3 Juta Tenaga Kerja

BNP2TKI Sudah Kirim 4,3 Juta Tenaga Kerja
Rabu, 3 Desember 2008 | 19:08 WIB
MAKASSAR, RABU - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2-TKI) hingga November 2008 telah mengirim 4,3 juta tenaga kerja formal dan pembantu rumah tangga (PRT) ke sejumlah negara dari target 6 juta TKI tahun ini. "Pengiriman TKI tersebut termasuk ke Eropa, Afirika Selatan, Korea Selatan, dan Kanada," kata Kepala BNP2-TKI, Jumhur Hidayat di Makassar, Rabu (3/12).
  
Penjelasan tersebut disampaikan Jumhur seusai Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo membuka Rapat Koordinasi Regional Penempatan dan Perlindungan TKI yang diikuti 200 peserta dari unsur Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten/kota, LSM, dan pejabat instansi terkait.
  
"Semua pencari kerja yang akan dikirim ke luar negeri diseleksi secara ketat yang dilakukan BNP2 TKI bekerja sama instansi pemerintah kabupaten/kota di Indonesia," ujarnya seraya menambahkan, upaya ini dilakukan bukan untuk mengurangi penempatan TKI melainkan untuk mempersiapkan tenaga siap pakai yang menguasai bahasa asing.
  
Bagi TKI yang dipasok ke negara-negara penerima jasa TKI, pihaknya meminta agar memberikan perlindungan bagi TKI antara lain menjamin kesehatan dan asuransinya.
  
Menurut Jumhur, pengiriman TKI bidang PRT pada 2006 hanya 2,1 persen. Pada 2007, naik menjadi 37 persen serta tahun ini dilakukan fifty-fifty, suatu perimbangan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
  
Mengenai tantangan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang sudah mempersiapkan 1.000 perawat keluaran akademik yang dibekali pengalaman kerja dua tahun, Jumhur menyatakan kesediannya untuk memfasilitasi pengirimannya ke sejumlah negara di Asia dan Eropa yang membutuhkan jasa keperawatan dari Indonesia.
  
"Kami siap mencarikan kantong-kantong pekerjaan di bidang itu sebab banyak negara yang membutuhkannya termasuk negara di Timur Tengah dan Singapura dengan gaji antara Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan," katanya.
  
Menanggapi masih adanya Perusahaan Jasa TKI (PJTKI) yang bermasalah yang menelantarkan calon TKI di luar negeri, Kepala BNP2-TKI, ia menyatakan, PJTKI yang dikelola swasta tetap sebagai mitra kerja untuk dibina, bukan ditutup peluang usahanya di sektor ini.
  
"Tidak masalah kita libatkan PJTKI dalam urusan pengiriman TKI ke luar negeri sepanjang rambu-rambu dan aturan pemerintah ditegakkan dengan mengupayakan pencari kerja tersebut memperoleh hak dan perlindungan di negara tujuan tempat mereka bekerja," katanya.
   
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengharapkan, BNP2-TKI mampu bekerja sama dengan pemerintah provinsi dalam menciptakan sinergitas antara kebutuhan dan pengurangan pengangguran di setiap daerah dengan fasilitas serta pelayanan penempatan TKI ke mancanegara yang sesuai bidang keahliannya.
  
Upaya ini untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan pada setiap daerah secara optimal. Sulsel sebagai gerbang Indonesia Timur saat ini menjadi daerah embarkasi pemerosesan TKI guna membantu mengurangi penumpukan proses TKI di pulau Jawa yang terjadi selama ini.
  
Program penempatan TKI Sulsel ke luar negeri  hingga November telah mencapai 2.129 orang dari target 2.000 orang dengan negara tujuan Korea, Arab Saudi, Jepang, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Selandia Baru.
Sumber : Ant