Jenazah TKW Disambut Isak Tangis KeluargaJum'at, 12 Desember 2008 - 04:36 wibTEGAL - Jenazah Suaemah (30), Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang tewas akibat musibah tanah longsor di perumahan Bukit Antarbangsa, Selangor, Malaysia, 6 Desember lalu, tiba di kampung halaman di Desa Kalisalak, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, sekitar pukul 11.30 WIB. Isak tangis keluarga dan kerabat tak terbendung saat jasad korban diturunkan dari mobil ambulans. Namun, warga sekitar tidak dapat melihat langsung jenazah korban karena jasad sudah di dalam peti. Suami korban, Karnawi, mengaku terpukul atas kepergian istri yang baru bekerja di Malaysia selama lima bulan itu. Kendati demikian, bapak dua anak ini terlihat tabah dan menerima musibah tersebut. "Saya pasrah atas cobaan ini. Mungkin ini sudah takdir dari yang Kuasa," kata dia, Kamis (11/12/2008). Perwakilan PJTKI PT Marbel Citra Global Mejasem, Sohirun mengatakan, Suaemah bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di rumah Datuk Farid Tengku Abdul Rahman pada Agustus 2008 lalu. Menurut dia, pihak perusahaan bertanggungjawab dan segera mengurus hak-hak korban selama bekerja di Malaysia. "Kami akan berikan santunan kepada keluarga korban, termasuk membayar penuh hak-hak korban selama bekerja di sana (Malaysia). Pihak KBRI juga sedang mengurus administrasinya," jelasnya. (Kastolani/Sindo/kem) |
12 December 2008
Jenazah TKW Disambut Isak Tangis Keluarga
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Friday, December 12, 2008
Label: Buruh migran
