TEMPO Interaktif, Cianjur: Ratusan korban longsor di Kampung Bolang Pojok Desa Girimukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mulai kekurangan makanan. Padahal bantuan terus mengalir dari berbagai pihak untuk kebutuhan para pengungsi.
Berdasarkan pantauan, Kamis (4/12), setiap warga yang ditemui hampir semuanya mengeluhkan lambatnya bantuan dari pemerintah yang disimpan di Posko Desa Girimukti. Akibatnya, ada beberapa warga harus makan singkong ketika persediaan makanan yang diterima sudah habis.
Alan, 30 tahun, warga Bolang Pojok, mengaku tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah. Sedangkan bantuan yang pernah diterima dari aparat desa berupa uang Rp 200 ribu, empat bungkus mie dan minyak kelapa 500 gram hanya cukup untuk keperluan selama tiga hari. "Jujur saja, semenjak itu, kami tidak pernah mendapatkan bantuan lagi dari pemerintah. Selama ini, kami hanya mendapat bantuan dari PMI Cianjur," ujarnya.
Sementara itu sejumlah lembaga asing berencana mengucurkan bantuan terhadap pengungsi antara lain International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), Badan Kerjasama Pembangunan Internasional Australia (AusAID) dan United States Agency for International Development (USAID).
Ketua Tim Satgana Palang Merah Indonesia Cianjur, Rudi Syahdiar menjelaskan, PMI hanya bertindak sebagai fasilitator. "Mudah-mudahan apa yang dibutuhkan masyarakat dapat terpenuhi," katanya.
Deden Abdul Aziz
