-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

04 December 2008

TKI Asal Lombok Dilaporkan Hilang di Yordania

TKI Asal Lombok Dilaporkan Hilang di Yordania

Minggu, 26 Oktober 2008 | 11:24 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram: Pasangan suami istri, Genam dan Sinam, selaku orang tua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah, mengadukan anaknya Faizah, 17 tahun, yang hilang di Yordania sejak September 2008 lalu.

Faizah yang diberangkatkan dari Mataram sejak Februari 2008 oleh Sodiah, agen PT Bantal Perkasa Sejahtera (BPS), itu dilaporkan hilang sejak kontak terakhirnya melalui telepon, Rabu (15/10), yang menjelaskan penderitaannya disiksa majikannya di Yordania.

Kordinator Divisi Advokasi Koslata Muhammad Saleh yang menerima pengaduan Genam dan Sinam, Kamis (16/10), menyebutkan sudah melakukan tindakan advokasi dan menyampaikannya kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Agus Patria.

"Sampai sekarang tidak jelas keberadaannya setelah kontak terakhirnya itu," ujar dia kepada Tempo, Ahad (26/10) pagi. Kata Saleh, saat menelepon Faizah diduga kepergok majikannya dan selanjutnya komunikasi terputus. Beberapa kali Faizah menelepon keluarganya sambil menangis, dan mengatakan ia mengalami penyiksaan, seperti dipukuli, diseret, dan disiksa.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Balai Pelayanan Penempatan TKI NTB Hamzah sewaktu dikonfirmasi juga menegaskan telah meminta bantuan Badan Penempatan dan Perlindungan TKI di Jakarta. "Keberangkatannya secara perorangan oleh agen. Bukan melalui BPS," kata Hamzah.

Laporan hilangnya Faizah tersebut pun sudah disampaikan Agus Patria kepada para anggota Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat yang bertemu Gubernur NTB di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Sabtu (25/10). Katanya, ia sudah memintai keterangan Hamzah dan mengupayakan kepulangan Faizah.

Muhammad Saleh menjelaskan, Faizah yang masih di bawah usia dewasa tersebut, berangkat dari kampungnya bersama lima orang seusianya. "Semuanya di bawah umur," ucap Saleh. Dugaannya, pemberangkatan TKI di bawah umur ini terkait unsur mafia tenaga kerja.

Selain pengaduan keluarga Faizah tersebut, Koslata yang bekerja sukarela melakukan advokasi TKI ini menerima laporan adanya penyiksaan TKI lainnya di Arab Saud, antara lain Mahniati di Bagu Lombok Tengah dan Nuraini di Pringgarata yang wajahnya mengalami kekerasan akibat diseterika.

Supriyantho Khafid

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2008/10/26/brk,20081026-142125,id.html