-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

19 December 2008

TKI Indonesia Sumbang Devisa Terbesar setelah Migas

17/12/2008 10:16 wib - Nasional Aktual
TKI Indonesia Sumbang Devisa Terbesar setelah Migas

Padang, CyberNews. Tenaga kerja Indonesia yang ditempatkan ke sejumlah negara memberikan devisa terbesar setelah minyak dan gas (migas), mencapai US$5 miliar sampai September lalu. "Pengiriman TKI ke luar negeri ternyata memberikan sumbangan devisa terbesar kedua setelah migas," kata Deputi Bidang Perlindungan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Asikin di Padang.

Dari nilai devisa itu jumlah warga yang dikirim sebagai TKI mencapai 700 ribu orang dominan asal Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia mengungkapkan hal tersebut ketika memberikan sambutannya pada pembukaan Bursa Tenaga kerja Terpadu, Produksi Daerah dan Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Halaman Kantor Gubernur Sumbar diikuti 30 peserta purna TKI, 15 lembaga perbankan dan keuangan, 55 peserta UMKM dan 20 perusahaan jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

Berdasarkan data jumlah devisa dihasilkan TKI meningkat tiap tahun yakni US$3,4 miliar pada 2006, US$6 miliar pada 2007, dan pada tahun ini hingga September US$5 miliar. Menurutnya, kalangan TKI Indonesia cukup diberi apresiasi di luar negeri dibuktikan dengan banyaknya permintaan asal negara tujuan seperti Timur Tengah dan Malaysia itu.

Ia mengatakan, di negara tujuan tersebut kinerja sejumlah TKI dinilai cukup bagus bahkan ada beberapa di antaranya yang diberi pengharagaan khusus seperti di Taiwan. Manajemen perusahaan di Taiwan itu, katanya, bahkan ada yang akhirnya ikut pulang kampung bersama rombongan TKI Indonesia itu dan tinggal beberapa hari di daerahnya, dan di Hongkong juga diberikan penghargaan TKI teladan.

Selain memberikan devisa terbesar dari negara, TKI yang sudah kembali ke tanah air dominan juga bisa berwirausaha dengan modal yang didapat setelah kembali bekerja di luar negeri. TKI tersebut banyak yang membuka lapangan usaha sehingga bisa menampung tenaga kerja dari masyarakat setempat. Asikin mengatakan, guna menghindari terjadi masalah di negara tujuan tersebut Indonesia terus berupaya mengawasi intensif pengiriman TKI ke luar negeri. "Kita berupaya terus mengawasi agar TKI itu dikirimkan secara legal dan dilengkapi dengan surat-suratnya," katanya.
(Ant /CN05)