-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

23 January 2009

Malaysia Larang Rekrutmen Tenaga Asing

Republika Newsroom

Jumat, 23 Januari 2009 pukul 05:34:00

KUALA LUMPUR -- Pemerintah Malaysia mulai melarang perusahaan pabrik, toko, dan restoran merekrut tenaga asing agar warga setempat tidak menganggur di tengah krisis ekonomi global.

Selain itu, pemerintah juga menganjurkan kepada perusahaan untuk memberhentikan karyawan asing dulu apabila ada pemutusan hubungan kerja.

Raja Sekaran, Sekjen Serikat Buruh Malaysia, yang berada di bawah naungan pemerintah, mengatakan, keputusan itu diambil karena permintaan akan barang-barang pabrik kini turun 30 hingga 40%.

Di sektor manufaktur dan pelayanan, jumlah pekerja asing legal di Malaysia mencapai sekitar 2,1 juta orang.

Di bidang-bidang kerja tersebut, pemerintah Malaysia menetapkan bahwa pekerja asing dapat melanjutkan usaha mencari nafkah mereka hingga kontrak selesai atau sampai dengan terjadi putusan PHK. Namun, sesudah itu tak ada lagi pekerja asing yang diizinkan.

"Kami hanya ingin memastikan pekerja lokal bisa memperoleh pekerjaan lagi," kata Menteri Sumber Daya Manusia S Subramaniam.

Kepala Bagian Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur, Eka Suripto mengatakn, jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sektor pabrik manufaktur Malaysia mencapai sekitar 300 ribu orang, dan sekitar 100.000 akan dipulangkan tahun ini setelah kontrak mereka habis.

Perkecualian

Namun, pekerja asing masih memperoleh kesempatan untuk bekerja di sektor perkebunan dan konstruksi, lantaran jumlah warga Malaysia yang berminat mengisi lowongan kerja di sektor tersebut tidak memadai.

Menurut Subramaniam, pemerintah memberlakukan pengecualian untuk pekerja yang memiliki keahlian. Para pekerja dengan kualitas itu masih dibutuhkan oleh sektor elektronik, tekstil, dan furnitur.

Antara Oktober tahun lalu hingga Januari 2009, ada 10.000 warga Malaysia dan 3.000 warga asing kehilangan pekerjaan.

Menurut hitung-hitungan pemerintah, hingga akhir 2009 ada sekitar 45.000 pekerja Malaysia lagi yang menjadi pengangguran.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak mengatakan, pengurangan jumlah pekerja asing akan dilakukan secara bertahap.

Najib mengatakan, pemerintahnya menghendaki majikan lokal memberi prioritas keutamaan kepada warga setempat untuk mendapat pekerjaan.

"Kita lihat bahwa dengan terdapatnya sumber yang mudah dari segi pekerja asing, mereka (majikan) merasakan ini satu jalan yang boleh memberi keuntungan yang lebih daripada mereka memberi pekerjaan kepada rakyat Malaysia," kata Najib seperti dikutip situs BBC. - ah

Link: http://www.republika.co.id/berita/27594.html