-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

12 January 2009

Nasib Umi Saodah, TKW di Palestina Belum Jelas

11/01/2009 21:14 wib - Daerah Aktual

Salatiga, CyberNews
. Nasib Umi Saodah (33) Tenaga Kerja Wanita (TKW) RT 6 RW 5 Dusun Tlawongan Desa Karangtengah Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang yang terjebak dalam konflik perang di Palestina, hingga kini keberadaannya masih belum jelas. Keluarga kesulitan untuk menelusuri keberadaannya, karena majikan sebelumnya Dr Suhaib Kamal, telah menyatakan Umi Saodah tidak lagi bekerja di tempat itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suara Merdeka, Sabtu (10/1), keluarga khawatir terhadap Umi Saodah yang bekerja di Palestina sebagai TKW setelah terjadi konflik Israel dan Palestina. Tidak ada kejelasan bagaimana mencari dan menghubungi TKW yang sejak tahun 2000 lalu bekerja di daerah yang kerap dilanda konflik.

Menurutnya Halimah, sepupu Umi Saodah, mereka bersama-sama berangkat ke Jakarta tahun 2000 mencoba peruntungan menjadi TKW di Timur Tengah. Saat itu berangkat pula 2 orang tetangga mereka Ani (25) dan Dariah (35) menuju sebuah tempat penampungan tenaga kerja di Cipinang Muara 3. ''Saya hanya ingat waktu itu berada di Cipinang Muara 3 Jakarta. Sempat beberapa waktu mengurus rencana keberangkatan, tetapi masih belum jelas,'' kata Halimah.

Di lokasi tersebut hanya perumahan biasa yang sempit. Mereka hanya menunggu saja dan dijanjikan diurus semua administrasi keberangkatan, berupa paspor dan visa. Sekitar 2 minggu kemudian, pengelola yang diperkirakan merupakan makelar pengerah tenaga kerja, meminta bersiap karena segera diberangkatkan.

''Namun karena tidak yakin, Halimah memilih melarikan diri, karena sebelum diberangkatkan harus menginap di sebuah hotel. Masak harus menginap di hotel, karena curiga saya langsung kabur, sementara 3 orang termasuk Umi tetap bertahan,'' jelasnya.

Namun, kecurigaan Halimah tidak terbukti, sebab dia mendapat kabar bila Saodah dan 2 orang tetangganya tersebut telah bekerja di Palestina. Mereka pun sempat berhubungan, terutama ketika setahun kemudian Halimah juga telah bekerja di Dubai.

Halimah pun akhirnya memutuskan berhenti 2005 karena berkeluarga. Ani dan Dariah juga telah pulang, tetapi selama di Palestina tidak pernah berhubungan. Sekitar setahun lalu Umi Saodah mengirimkan surat beralamat Suhaib Kamal di Gaza-Palestina PO Box 1439.

Terakhir Halimah berhubungan via telepon dengan Saodah sebelum lebaran lalu. Beberapa pekan kemudian dia tidak dapat dihubungi lagi. Halimah juga telah menghubungi majikan Umi, Suhaib Kamal, tetapi dijawab bila Saodah sudah berhenti bekerja. Keluarga cemas ketika terjadi perang di kawasan tersebut, sementara Saodah tidak dapat dihubungi kembali begitu juga keluarga Suhaib Kamal. Hal itu membuat Moh Yusmin (58) dan istrinya Katinem (55), orang tua Umi Saodah semakin bersedih. Mereka hanya berharap anaknya bisa dipulangkan ke Tanah Air.

Minggu (11/1), seorang bernama Indah Utami dari Migrant Care Jakarta telah meminta sejumlah identitas berkaitan dengan Umi Saodah. Aktivis LSM buruh tersebut mengungkapkan pihaknya mengupayakan bekerjasama dengan sejumlah departemen untuk
mengetahui keberadaan Umi di Palestina. ''Saya ke sini hanya untuk mengumpulkan data-data Umi Saodah,'' ujarnya.

(Surya Yuli /CN05)


Link: http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=20941