10/01/2009 07:31 - Kasus TKI
Liputan6.com, Jakarta: Wajah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno terenyuh saat melihat serta mendengarkan penderitaan Sunemi di Rumah Sakit Polri Soekamto, Jakarta, Jumat (9/1). Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Indramayu, Jawa Barat, itu merupakan korban penganiayaan majikannya di Kuwait. Sumeni ditusuk pisau di bagian perut.
Sunemi tak sendirian. Di sebelah ranjangnya ada Keni, TKI asal Brebes, Jawa Tengah, yang juga korban kekerasan majikannya ketika bekerja di Saudi Arabia. Akibat penganiayaan itu, dua TKI ini harus menanggung cacat. Sunemi dan Keni mengeluhkan perlindungan pemerintah dalam menangani kasus yang mereka alami.
Namun, Erman membantah pihaknya lamban menindaklanjuti berbagai laporan soal penganiayaan TKI. Alasannya, untuk menelusuri nama korban hingga asal-usulnya saja memerlukan waktu. Apalagi, kebanyakan data paspor dan identitas asli sering tak sama.
Meski demikian, Menakertrans berjanji melalui keputusan pengalihan pengiriman TKI yang kini diserahkan ke pemerintah daerah benang kusut soal perlindungan nasib pekerja migran dapat terselesaikan. Termasuk memberangus para perusahaan pengerah jasa tenaga kerja fiktif.(BOG/Arie Pratika)
Link: http://www.liputan6.com/news/?id=171193&c_id=3
Liputan6.com, Jakarta: Wajah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno terenyuh saat melihat serta mendengarkan penderitaan Sunemi di Rumah Sakit Polri Soekamto, Jakarta, Jumat (9/1). Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Indramayu, Jawa Barat, itu merupakan korban penganiayaan majikannya di Kuwait. Sumeni ditusuk pisau di bagian perut.
Sunemi tak sendirian. Di sebelah ranjangnya ada Keni, TKI asal Brebes, Jawa Tengah, yang juga korban kekerasan majikannya ketika bekerja di Saudi Arabia. Akibat penganiayaan itu, dua TKI ini harus menanggung cacat. Sunemi dan Keni mengeluhkan perlindungan pemerintah dalam menangani kasus yang mereka alami.
Namun, Erman membantah pihaknya lamban menindaklanjuti berbagai laporan soal penganiayaan TKI. Alasannya, untuk menelusuri nama korban hingga asal-usulnya saja memerlukan waktu. Apalagi, kebanyakan data paspor dan identitas asli sering tak sama.
Meski demikian, Menakertrans berjanji melalui keputusan pengalihan pengiriman TKI yang kini diserahkan ke pemerintah daerah benang kusut soal perlindungan nasib pekerja migran dapat terselesaikan. Termasuk memberangus para perusahaan pengerah jasa tenaga kerja fiktif.(BOG/Arie Pratika)
Link: http://www.liputan6.com/news/?id=171193&c_id=3
