-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

19 January 2009

Sebulan Ditempati, Rumah Ludes Terbakar

17/01/2009 11:09 wib - Daerah Aktual

Majenang, CyberNews. Musibah kebakaran melanda rumah milik Mukti Alsari (30), warga Grumbul Tamansari, Desa Salebu, Kecamatan Majenang, kemarin. Rumah yang baru dia tempati satu bulan itu ludes oleh amukan si jago merah.


Musibah itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 09.00. Waktu api mengamuk, rumah tersebut ditinggal oleh seluruh penghuninya. Mukti bersama keluarganya sedang mengunjungi rumah mertuanya.


Kamsiyah (40), warga yang mengetahui pertama kali, melihat api sudah membumbung tinggi di atas rumah. Saat itu, dia sedang bekerja di sawah dan segera mengabari warga lainnya. Namun, karena hampir seluruh bangunannya berupa kayu, api sangat mudah menjalar.


Selain itu, lokasinya di tengah sawah sehingga tetangga yang ingin menolong perlu waktu lama untuk mencapainya. Mereka pun tidak sempat memadamkan api meskipun air mudah diambil disekitar lokasi. "Apinya cepat sekali menjalar, dalam waktu lima menit saja seluruh rumah sudah habis terbakar," kata Mukti.

Sebelumnya, dia dikabari oleh temannya mengenai kebakaran yang melanda rumahnya. Namun saat itu, dia masih belum percaya. Bahkan hanya menganggap berita itu sekedar guyonan dari temannya. "Saat dikasih tahu teman, saya kira itu gluwehan (guyonan) saja. Ternyata rumah saya benar-benar terbakar," katanya.


Dia mengungkapkan, api dengan cepat melahap seisi rumah hingga tidak ada lagi yang bisa diselamatkan. Rumah pembuatan batu bata (tobong) bata yang ada di sebelahnya juga ikut terbakar sebagian. Namun batu bata yang sudah jadi justru tidak ikut musnah oleh api. Keluarga itu memang berprofesi sebagai pembuat batu bata di desanya.


Perabotan-perabotan, televisi, hingga meja kursi tidak ada lagi yang terlihat wujudnya. Seluruh kerangka rumahnya pun sudah menjadi arang. Akibat musibah itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta. "Kami sudah tidak punya apa-apa lagi, tinggal baju yang saat ini kami pakai," katanya.


Menurut sejumlah warga, penyebab kebakaran itu belum bisa dipastikan. Pasalnya, saat ditinggalkan, tidak ada api yang dinyalakan. Barang-barang elektronik pun tidak ada yang menyala. Meskipun demikian, kebakaran bisa dimungkinkan oleh arus pendek (konsleting) di dalam rumah. "Kompor sudah dimatikan. Saya juga tidak sedang membakar batu bata karena sudah selesai sejak dulu, bahkan beberapa sudah dijual," katanya.


Sementara itu, Kepala UPT Satuan Pemadam Kebakaran (Satdamkar) Majenang, Ngadiyo melalui Kepala TU, Sabar mengatakan, api sangat cepat merembet karena sebagian besar konstruksi rumah berupa kayu. "Rumahnya cepat habis, padahal di sana banyak sumber air," katanya.

(Kholid Yogi /CN08)


Link: http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=21285