13/01/2009 11:47 wib - Nasional Aktual
Jakarta, CyberNews. Nasib TKW asal Semarang Umi Saodah di Palestina semakin tidak jelas. Migrant CARE mengungkapkan keberadaan Umi Saodah kini tidak diketahui lagi. Perang dan gempuran terus menerus dari Israel membuat pihak Dpelu kesulitan melacak Umi Saodah.
Menurut Migrant CARE hari Senin kemarin pihaknya menemani keluarga Umi Saodah yakni ayah kandungnnya (Mohyamin) dan pamannya (Hanafi) menemui Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Deplu RI. Dari pertemuan tersebut diketahui bahwa Umi Saodah berangkat ke luar negeri pada tahun 2000 dengan tujuan awal ke Yordania melalui PT Amira Prima. Namun dia kemudian dikirimkan ke Palestina.
Kemudian pada tanggal 3 November 2009, ICRC atau organisasi palang merah internasional mengirimkan surat kepada KBRI di Kairo Mesir yang menginformasikan bahwa salah satu warga negara Indonesia yang bernama Umi Saodah tengah dipenjara di Saraya Reform and Rehabilitation Center di Gaza City. Umi Saodah dipenjara atas tuduhan mencuri perhiasan majikannya (Dr Suhaib Kamal) yang berlamatkan di PO BOX 1439 Gaza Palestina.
Tuduhan majikannya ini diduga kuat bahwa majikannya ingin lari dari kewajiban untuk membayar gaji Umi Saodah yang telah ditunggak selama 5 tahun terakhir (2003-2008), karena selama 8 tahun bekerja, keluarga Umi Saodah hanya menerima kiriman uang sebesar 20 juta (dikirimkan secara bertahap) selama 3 tahun (2000-2003).
Dijelaskan, pemerintah Indonesia melalui KBRI di Kairo Mesir telah mengirimkan surat balasan kepada ICRC pada tanggal 25 Desember 2009 (2 hari sebelum Israel membombardir Palestina). Saat ini KBRI di Kairo Mesir terus melakukan hubungan komunikasi intensif dengan Mr Ramez Timraz (Petugas Penyuluh Agama dan Sosial) dari Saraya Reform and Rehabilitation Center.
Komunikasi tersebut dilakukan 2 hari sekali melalui telpon untuk mengetahui perkembangan kasus Umi Saodah. Namun sejak 6 Januari 2009, dimana Israel mengosongkan seluruh tahanan penjara yang ada di Saraya Reform and Rehabilitation Center, maka sejak saat itu komunikasi antara KBRI Kairo dengan Mr Ramez Timrz juga telah putus dan Umi Saodah sudah tidak ada dipenjara lagi.
Informasi terakhir yang didapatkan dari Mr Ramez Timraz adalah Umi Saodah berada di sebuah crisis center di Gaza City. Dan mulai tanggal 7 januari 2009, keberadaan Umi Saodah tidak terpantau lagi akibat keterputusan komunikasi antara KBRI Kairo dengan Mr Ramez Timraz.
Migrant CARE mengatakan Pemerintah Indonesia yang dalam hal ini Departemen Luar Negeri akan mengupayakan kepulangan Umi Saodah, namun tidak ada jaminan soal waktu/kapan Umi Saodah bisa dipulangkan ke Indonesia.
"Migrant CARE mendukung penuh tuntutan keluarga Umi Saodah agar Deplu segera melakukan langkah-langkah kongkrit untuk pemulangan Umi Saodah. Selain itu, Migrant CARE juga mendesak Depnakertrans RI untuk melakukan investigasi dan mengusut tuntas PJTKI yang memberangkatkan Umi Saodah hingga Umi Saodah terjebak di jalur Gaza Palestina yang bukan merupakan negara tujuan TKI,"
kata Direktur Eksekutif Anis Hidayah.
(MH Habib Shaleh /CN08)
Link: http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=21036
