-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

03 September 2009

Pengamanan Waduk

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/09/02/pengamanan-waduk-2

Pengamanan Waduk

September 2, 2009 - 18:39
Kategori Bang Oji, Berita Terkini

Aparat Abang di beberapa wilayah cukup bagus menertibkan bangunan. Beberapa bangunan dibongkar karena dibangun di atas saluran atau yang menyempitkan saluran. Memang penertiban tidak berjalan lancar, karena ada saja orang yang merasa benar. Apalagi kalau katanya mereka bayar membangun di tempat itu.
Tentu dalam hal ini, aparat Abang harus bertindak sesuai dengan ketentuan. Saya sesalkan juga kalau ada bangunan yang melanggar ketentuan tapi tak dibongkar, sedangkan gubuk di dekatnya sudah diratakan dengan tanah. Abang perlu cek, ada apa gerangan.
Penertiban itu perlu diikuti dengan pengerukan saluran air. Abang rasanya tahu banyak kali dan saluran air yang lama tak dikeruk. Akibatnya, daya tampungnya berkurang. Saya setuju sekali pengerukan di Kali Mookenvart dan membeton di bagian pinggirnya.
Rencana pengerukan kali yang lain kata Kepala Dinas PU DKI Jakarta ada kendala. Di antaranya pengerukan Waduk Pluit. Tadinya direncanakan selesai 2011 tapi molor karena  belum adanya lokasi untuk memindahkan warga  di sekitarnya. Ini katanya syarat dari Bank Dunia. Warga yang terkena proyek pengerukan harus disiapkan tempatnya.
Waduk Pluit sudah lama menjadi tumpukan sampah dan makin menciut karena mulai dihuni beberapa orang dengan bikin bangunan. Tadinya cuma satu dua. Karena dibiarkan, makin lama makin banyak. Akibatnya waduk makin menciut dan tak mampu menampung air dalam jumlah banyak.
Kasus waduk itu perlu jadi pelajaran, Bang. Aparat Abang hendaknya segera mengamankan waduk yang ada jangan sampai diserobot bangunan.

Contohnya, Waduk Sunter. Saya yakin waduk itu juga sudah menciut dengan bangunan penduduk sekitarnya. Di samping adanya pompa bensin. Saya tahu SBPU itu dibangun dengan menguruk pinggiran waduk.  Apa boleh? Atau aparat Abang tak kuasa?
Jakarta sangat memerlukan waduk. Kenapa? Karena tempat yang tadinya jadi penampungan air, sudah banyak berobah jadi mal, apartemen dan bangunan lainnya. Kelapa Gading termasuk kota yang cepat berkembang.
Namun waduk yang ada hanya dua yaitu di Kompleks AL dan Don Bosco.

Waktu Soebagio masih jadi Walikota Jakarta Utara katanya akan dibangun waduk di Plumpang dekat Pertamina. Sampai sekarang masih berupa rawa. Walikotanya sudah beberapa kali ganti.
Kabarnya lokasi itu sudah berada di tangan beberapa pengembang. Kalau benar, nanti waduknya dibangun di mana? Apa iya bangunan dibikin di atas waduk? Tapi, kenapa tidak, jadi kayak restoran di atas Sungai Musi.

(sofjanlubis@yahoo.com)t