-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

29 September 2009

Puluhan Pengemis Musiman Geruduk Lapangan Gasibu

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/09/20/08094182/Puluhan.Pengemis.Musiman.Geruduk.Lapangan.Gasibu

Puluhan Pengemis Musiman Geruduk Lapangan Gasibu
Pengemis mulai membanjiri Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (30/9) malam
Minggu, 20 September 2009 | 08:09 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Puluhan pengemis musiman menyerbu Lapangan Gasibu, Bandung, untuk mengais rezeki kepada warga yang melaksanakan shalat Idul Fitri 1430 Hijriah di lapangan tersebut.. Di Lapangan Gasibu, Minggu (20/9), puluhan pengemis anak-anak hingga orangtua tampak menyerbu warga seusai pelaksanaan shalat Idul Fitri.
    
Salah seorang pengemis musiman asal Kota Cianjur, Yayah (42), mengaku sengaja datang bersama anaknya, Ramlan (3), ke Lapangan Gasibu untuk mengemis. "Tiap tahun emak memang suka ke sini buat ngemis, lumayanlah buat uang jajan anak emak," ujar Yayah sambil menggendong anaknya.
    
Yayah memanfaatkan situasi Lebaran untuk mendapatkan sedekah dari orang yang melintas di kawasan Lapangan Gasibu. Ia mengaku bisa mendapatkan uang hingga Rp 150.000 dari hasil mengemis di Lapangan Gasibu, Bandung.
    
"Lumayan kalau ngemis pas Idul Fitri sama seperti ini setahun sekali, bisa dapat Rp 150.000," ujar Yayah.
    
Sama seperti Yayah, Kokom (52), warga Ciparay Kabupaten Bandung, ini mengaku memanfaatkan momentum shalat Idul Fitri di Lapangan Gasibu untuk mendapatkan sedekah.
    
Kokom datang ke Bandung bersama kedua anak balitanya yang semuanya perempuan. "Walaupun belum dapat banyak, tapi biasanya kalau ngemis pas Idul Fitri suka dapat kue atau baju bekas dari warga yang shalat di Gasibu," ujarnya.
    
Kokom berharap hasil mengemis saat Idul Fitri di Lapangan Gasibu kali ini dapat lebih baik dibandingkan tahun lalu. "Tahun lalu, bisa mendapatkan Rp 250.000 ngemis di sini (Lapangan Gasibu), mudah-mudahan hasilnya bisa sama," ujarnya.
    
Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1430 Hijriah di Lapangan Gasibu dipimpin oleh imam KH Aef Syaefullah dan berlaku sebagai khatib yaitu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.