| http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/11/03113751/razia.gelandangan.terkendala.dana KESEJAHTERAAN SOSIAL Razia Gelandangan Terkendala Dana Jumat, 11 September 2009 | 03:11 WIB Jambi, Kompas - Kepala Dinas Sosial Kota Jambi Masturo mengatakan, hingga September ini, pencairan dana operasional kegiatan di satuan kerjanya baru mencapai 15 persen dari total anggaran. "Kami tidak dapat melakukan razia gepeng (gelandangan dan pengemis) karena memang dananya saat ini belum cair," ujar Masturo, Kamis (10/9). Ia melanjutkan, untuk satu kegiatan razia terpadu, pihaknya membutuhkan dana lebih dari Rp 10 juta. Dana itu dialokasikan untuk honor petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jambi, aparat Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Jambi, serta biaya transportasi dan konsumsi. Namun, pencairan dana di APBD tersendat karena proses administrasi di Biro Keuangan Sekretariat Daerah Kota Jambi cenderung rumit (berbelit-belit). Masturo mengatakan, pihaknya sudah lebih dari 20 kali mengajukan permohonan pencairan dana untuk operasional kegiatan, tetapi dana tidak juga cair. Saat ini, lanjutnya, Dinas Sosial Kota Jambi malah memiliki utang lebih dari Rp 100 juta kepada pihak ketiga. Utang itu dipakai untuk kegiatan pelatihan narkoba, monitoring kondisi sosial di Kota Jambi, konseling bagi pencandu narkoba, pendataan masyarakat miskin, dan lainnya. Kegiatan lain yang telah dilakukan, seperti pemberian paket bahan makanan bagi 50 anak jalanan, dananya juga merupakan hasil pinjaman. |
11 September 2009
Razia Gelandangan Terkendala Dana
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Friday, September 11, 2009
