http://news.okezone.com/read/2009/09/02/335/253729/sepanjang-puasa-1-271-pengemis-terjaring-dinsos-dki
Bookmark & Sharewww.okezone.com Facebook Email Del.icio.us Favorites Digg Google MySpace Live More ... Sepanjang Puasa 1.271 Pengemis Terjaring Dinsos DKI Rabu, 2 September 2009 - 14:47 wib Litya Rini - Okezone Pengemis yang sedang meminta-minta di pinggir jalan. (Foto: yubithea.files.wordpress.com) JAKARTA - Setidaknya 1.271 pengemis terjaring dalam operasi ketertiban umum Dinas Sosial DKI Jakarta selama 22 Agustus hingga 1 September. Para pengemis yang dianggap melanggar Perda DKI Nomor 8 tahun 2007 ini dijaring dari lima wilayah di Jakarta.
Sementara untuk Januari-21 Agustus sendiri berjumlah 7.127 orang. Bahkan sepanjang tahun 2008, Dinsos DKI jaring 14.584 pengemis.
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos DKI Harwibowo saat berbincang dengan okezone, Rabu (2/9/2009), mengatakan ribuan pengemis ini akan dikirim Dinsos DKI ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) untuk mendapatkan pembinaan.
Pengemis yang masih memiliki keluarga, akan dilepaskan dengan syarat terdapat surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan kegiatan gelandangan dan meminta-minta. Namun pengemis yang tidak memiliki keluarga, Dinsos akan melakukan pembinaan dengan mengirimkannya ke panti-panti yang sesuai dengannya.
Menurut Harwibowo, pengemis anak-anak akan disekolahkan di sekolah formal dari tingka SD hingga SMU. Kemudian jika berprestasi, akan dibina lebih lanjut di sebuah balai latihan kerja Panti Sosial Bina Remaja. Sehingga kelak akan memiliki bekal untuk mencari kehidupan di luar mengemis.
Namun sayangnya, sebagian besar pengemis yang telah dibina memilih kabur dari panti. Mereka pun kembali ke aktivitasnya di jalanan.
"Mereka biasa memegang uang. Dan tidak biasa dengan kehidupan panti yang teratur," kata Harsiwibowo. Karena sehari-hari, dengan mengemis, para gepeng ini bisa mengumpulkan Rp50 ribu.
Untuk mengurangi jumlah gelandangan-pengemis, berbekal Perda DKI Nomor 8 tahun 2007, Dinas Sosial DKI Jakarta bertekad akan rutin melakukan razia gelandangan-pengemis (gepeng) yang semakin bertambah di bulan Ramadan ini.
Dengan dibantu oleh Satpol PP atau aparat gabungan, Dinsos akan melakukan penggarukan pada malam hari. Biasanya Dinsos menjaring sekira 18 orang per malamnya.
Sementara mengenai koordinator gepeng, Harsiwibowo tak berani menanggapi. Karena menurutnya untuk ulah koordinator gepeng tidak masuk dalam wewenangnya.
"Mereka ini kan lebih ke trafficking, itu biasanya kepolisian. Bos-bos pengemis ini rata-rata dari luar daerah," tuturnya.
Untuk mengurangi jumlah pengemis, Harsiwibowo meminta kerjasama masyarakat untuk tidak memberi sedekah pada pengemis. "Kami tidak melarang sedekah. Tapi akan lebih baik jika sedekahnya bisa disalurkan ke panti sosial. Karena sedekahnya akan lebih bermanfaat," tuturnya.(hri)
|