Tenaga Kerja Indonesia Disiksa di Malaysia Senin, 01 September 2008 | 08:31 WIB TEMPO Interaktif, Seremban : Seorang pekerja domestik asal Indonesia di Malaysia dilarikan ke Rumah Sakit Seremban. Wanita berusia 25 tahun tersebut mengaku disiksa majikannya dengan cara mulutnya dibakar dengan lilin dan dipaksa meminum air mendidih.
Menurut berita yang dilansir laman The New Strait Times, Senin (1/9), wanita yang tidak disebutkan identitasnya tersebut lari dari rumah majikannya di Taman Desa Melati di Nilai. Ia berlari ke arah jalan raya dan meminta bantuan masyarakat.
Sumber di rumah sakit menyebutkan bahwa wanita tersebut mengalami luka bakar serius di mulutnya serta memar-memar di wajah. Telinga korban juga berdarah. Korban pun tidak bisa membuka mulutnya setelah ia dipaksa meminum air mendidih.
"Ia dalam kondisi yang buruk dan kami harus membawanya ke kamar operasi. Bagian dalam mulut dan tenggorokannya terbakar parah. Kini ia dalam pemeriksaan dan secara perlahan mulai membaik," ujar sumber tersebut.
Beberapa bagian tubuh korban juga mengalami luka. Bahkan ada tanda-tanda luka yang sudah sembuh. "Berdasarkan pemeriksaan medis kami, pekerja domestik tersebut mengalami penyiksaan parah. Selain cedera fisik, ia juga mengalami trauma," lanjut sumber tersebut.
Kepala Polisi Distrik Seremban Ajun Komisaris Saiful Azly Kamaruddin mengatakan korban telah bekerja di rumah majikannya sejak Juni. "Berdasarkan keterangan yang kami dapatkan dari korban, ia lari dari rumah majikannya pada pukul 21.50, Kamis," ujar Saiful.
Korban dibawa seseorang ke Pos Polisi Nilai. Lalu polisi membawanya ke rumah sakit.
Saiful mengatakan bahwa majikan korban yang berusia 33 tahun mengirim korban ke rumah ibu sang majikan di Batang Benar, Selangor. Korban dikirim untuk melakukan pekerjaan domestik pada Kamis pagi.
"Ketika korban kembali ke rumah majikannya tidak lama kemudian, majikannya memarahinya dan menuduhnya malas dan tidak bekerja dengan baik," ujar Saiful.
Majikan tersebut diduga menggunakan lilin untuk membakar mulut korban dan memaksa korban meminum air mendidih. Ketika polisi membawa korban ke rumah sakit, korban tidak bisa berbicara dan telingannya berdarah.
"Kami telah mengidentifikasi sang majikan dan akan menerima laporan dari dokter di rumah sakit. Jika korban sudah bisa berbicara, kami akan meminta keterangannya dan menahan majikannya untuk diinterogasi," tambah Saiful.
The New Strait Times | Kodrat Setiawan http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/09/01/brk,20080901-133108,id.html |