-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

21 April 2007

Sudah Hedrocefalus, Gizi Buruk Lagi

RADAR JEMBER
Sabtu, 21 Apr 2007

BONDOWOSO - Malang benar nasib Samsul Arifin, putra pasangan Ilham Abdullah dan Sofi, warga Desa Sumbertengah, Kecamatan Binakal. Bayi berusia enam bulan ini diketahui menderita hedrocefalus sejak lahir. Ironisnya, Samsul juga menderita kurang gizi.

Diduga karena kurang gizi, kondisi kesehatan Samsul terus merosot sehingga dilarikan ke RSUD dr Koesnadi Selasa lalu. ’Dia tidak mau makan. Tubuhnya lemas," kata Sofi, yang mendampingi anaknya di ruang rawat inap RSUD dr Koesnadi kemarin.

Mernurut Sofi, kepala anaknya sejak lahir cukup besar. Kian hari, kepala Samsul kian membesar. Puncaknya, awal pekan ini nafsu makan Samsul tiba-tiba turun drastis. Ketika diberi pisang, Samsul tidak bersedia memakannya. Kontan, kedua orang tuanya panik dan membawanya ke RSUD dr Koesnadi.

Berbekal kartu JPS (jarring pengaman social), Sofi membawa anak keduanya itu ke Polianak di RSUD dr Koesnadi. Setelah diperiksa tim paramedis, disimpulkan Samsul menderita sakit hedrocefalus, infeksi saluran tenggorokan dan kurang gizi. Dari polianak, Samsul dipindah ke ruang anak untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Kekurangan gizi Samsul Arifin diduga akibat menurunnya selera makan, sehingga zat gizi yang masuk ke tubuh juga berkurang. "Dia menderita tiga penyakit. Saat ini dirawat intensif tim dokter di ruang anak,’ kata Direktur RSUD dr Koesnadi, dr Ngartjojo Hartadji M. Kes.

Ngartjojo Hartadji menegaskan hedrocefalus adalah penyakit bawaan sejak lahir. Diduga karena hedrocefalus tersebut membuat kondisi kesehatan Samsul menurun. Sehingga, Samsul menderita penyakit tambahan. Yaitu infeksi saluran pernafasan dan kurang gizi.

Kini, kondisi Samsul cukup baik di ruang anak RSUD dr Koesnadi. Ketika ditermui Erje, Samsul bersedia minum susu buatan yang diberikan Ibunya. Kondisinya pun cukup stabil. Selama dijaga ibunya, Samsul hanya diam saja. (aro)