-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

25 June 2007

ABG Lumpur Lapindo Dijual Jadi Pelacur

Pos Kota
25 Juni 2007

SIDOARJO (Pos Kota) - Anak Baru Gede (ABG) yang berusia dibawah 18 tahun korban lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, yang selama ini tinggal di pengungsian, sekarang ini disenyalir banyak yang “dijual”, kemudian dijadikan pelacur) yang ditempatkan di satu vila di kawasan Pasuruan, Jawa Timur.

Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Sidoarjo menemukan indikasi adanya praktek perdagangan anak korban lumpur di bawah umur atau trafficking. Perdagangan anak ini, dilakukan oleh pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi warga korban lumpur yang selama ini tinggal di pengungsian Pasar Baru Porong, kata Ketua Koordinasi Umum P3A, Sidoarjo, Suagustono di Porong, Jawa Timur, Minggu (24/6), kemarin.

Menurutnya, korban dibujuk rayu untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di kawasan Pasuruan. Karena kondisi ekonomi yang terjadi saat ini, mereka bersedia diajak untuk dicarikan pekerjaan. Namun kenyataannya, korban diperdagangkan sebagai pelacur atau kerennya disebut pekerja seks komersial (PSK).

Temuan adanya praktek trafficking pada korban lumpur panas diperolehnya beberapa minggu yang lalu. Oleh karena itu, Suagustono mengungkapkan, pihaknya berencana akan bekerjasama dengan aparat kepolisian setempat untuk menangani masalah tersebut atau dengan menebus korban dari tangan pihak-pihak yang memaksa korban untuk diajak keluar dari kawasan itu.

Untuk mengurangi adanya praktek trafficking, pihak P3A berencana akan mendirikan balai pelatihan usaha agar para korban lumpur memiliki keterampilan, sehingga mereka mampu meningkatkan kebutuhan ekonominya sendiri, ujar Suagustono..

KE JAKARTA
Sementara itu, gara - gara ganti rugi tunai atau cash and carry tak juga terealisasi, sekitar 200 warga Perumahan Tanggulangin Sejahtera (Perumtas) I dan perwakilan empat desa korban lumpur Lapindo akan balik lagi ke Jakarta.

Mereka akan menginap lagi di Tugu Proklamasi. "Kami tetap akan menjadikan Tugu Proklamasi sebagai basis perjuangan,” ujar koordinator warga Perumtas I, Sumitro.

Warga empat desa yang juga korban semburan lumpur panas Lapindo Brantas Inc. Empat desa itu adalah Renokenongo, Siring, Jatirejo, dan Kedungbendo. "Kami akan berangkat hari ini (Minggu) pukul 13.00 dari Surabaya, naik kereta api ekonomi yang murah meriah," tuturnya.

Mereka ke Jakarta menuntut pembayaran cash and cary yang sampai saat ini lambat terealisasi. Mereka akan menagih janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang akan mendengarkan keluhan warga jika ada kesulitan di lapangan. Rencananya, besok (Selasa, 26/6), warga akan melakukan longmarch ke Istana Merdeka, dan juga ke DPR di Senayan.
(nurqomar/nourkinan)