11 Juni 2007
JAKARTA (Pos Kota) – Tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia mengadu ke Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa upahnya setiap bulan dipotong 3.000 dolar Hongkong per bulan.
“Kami hanya menerima 400 dolar saja Pak dari 3.400 dolar yang dijanjikan. Alasan mereka macam-macam,” adu Lili dan Dewi Khusnul Khotimah asal Jawa Timur saat berdialog dengan Wapres yang mengunjungi mereka di KJRI Hongkong.
Keduanya menambahkan, bahwa mereka tidak pernah mendapat jatah libur, karena Sabtu dan Minggu dipaksa masuk. “Loh itu kan harusnya dibayar karena dihitung lembur,” ujar Kalla prihatin. Ia lalu memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Di Hongkong, ada sekitar 109.000 TKW asal Indonesia dan bekerja di berbagai sektor terutama pembantu rumah tangga.
Banyak masalah yang mereka hadapi diantaranya perlakuan majikan yang tidak manusiawi, seperti upah di bawah minimum, tidak pernah diberi cuti dan libur, sampai mendapat pelecehan seksual.
PELAYANAN KJRI
Sebagian di antara yang ditemui wartawan rombongan Wapres, para TKW itu juga mengeluhkan pelayanan yang kurang semestinya dari KJRI Hongkong.
(tri/ant)
