Bayi Gizi Buruk Meninggal
Anggaran Perbaikan Gizi Balita Ditambah
Anggaran Perbaikan Gizi Balita Ditambah
Bekasi Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang baru dilantik, Senin (10/3), mengaku prihatin menyusul meningkatnya kasus kurang gizi bagi balita di wilayahnya. Terakhir kasus meninggalnya Muhamad Fadli Bukhori, bayi berusia 2,6 bulan, Minggu (9/3) malam.
"Kami prihatin. Untuk itu, dalam program 100 hari kerja, perbaikan gizi bagi balita akan menjadi prioritas. Anggaran dalam APBD untuk perbaikan gizi balita akan ditambah untuk tahun mendatang," kata Rahmat Effendi, Senin sore.
Sementara itu, Muhamad Fadli Bukhori meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Be-kasi. Korban yang dirawat sejak 4 Februari 2008 itu sebelumnya diketahui menderita kurang gizi. Namun, setelah dirawat di Rumah Sakit Budi Lestari dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, kondisinya malah tidak lebih baik. Bayi anak pasangan suami istri Ndun (45) dan Halimah (40), meninggal, Minggu malam.
Selama dalam perawatan, korban yang tinggal bersama orang tuanya di Kelurahan Jatikramat RT 01/ RW 02, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi itu, berat badannya malah berkurang. Saat lahir berat badan Fadli hanya 3,1 kilogram dan ketika meninggal, beratnya turun menjadi 2,6 kilogram.
Namun, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi, dr Titik Masrifah mengatakan, penyebab meninggalnya Muhamad Fadli Bukhori karena infeksi bronchopneumonia atau saluran pernapasan akut, dan kekurangan cairan.
Ia mengakui, bayi itu termasuk pasien kurang gizi dan bukan karena gizi buruk. Selama dirawat, korban mengalami diare akut dan dehidrasi tinggi yang membuat kondisi Fadli terus menurun.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr Wirda Saleh menyebutkan, selama 2007, jumlah bayi di bawah lima tahun (balita) yang kurang gizi, tercatat 735 orang.
(jonder sihotang)
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
