Sabtu, 12 April 2008 | 11:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 70 preman dan pekerja seks komersial (PSK) terjaring pada saat Operasi Penertiban Cipta Kondisi yang dilakukan aparat Polsek Senen Jakarta Pusat malam tadi (11/4).
Kapolsek Senen Komisaris Yossi Runtukahu membenarkan adanya operasi penertiban ini. "Operasi ini rutin dilakukan untuk menertibkan kawasan," katanya saat dihubungi Sabtu (12/4).
Operasi penertiban ini dilakukan di Terminal dan Stasiun Senen serta Pasar Senen Blok 3. Menurut Yossi, tidak ditemukan senjata tajam dalam operasi tersebut. "Hanya minuman keras saja," kata Yossi.
Sebagian besar preman dan PSK yang terjaring tidak memiliki KTP. Mereka langsung dikirim ke Panti Kedoya Jakarta Barat.
Ismi Wahid
Kapolsek Senen Komisaris Yossi Runtukahu membenarkan adanya operasi penertiban ini. "Operasi ini rutin dilakukan untuk menertibkan kawasan," katanya saat dihubungi Sabtu (12/4).
Operasi penertiban ini dilakukan di Terminal dan Stasiun Senen serta Pasar Senen Blok 3. Menurut Yossi, tidak ditemukan senjata tajam dalam operasi tersebut. "Hanya minuman keras saja," kata Yossi.
Sebagian besar preman dan PSK yang terjaring tidak memiliki KTP. Mereka langsung dikirim ke Panti Kedoya Jakarta Barat.
Ismi Wahid
