Oleh
Andreas Piatu
Jakarta - Jumlah orang miskin di Jakarta terus bertambah, meskipun anggaran yang dialokasikan untuk itu meningkat setiap tahun. Tahun ini saja dianggarkan Rp 1,4 triliun, sementara jumlah orang miskin bertambah menjadi 407.400 jiwa.
Andreas Piatu
Jakarta - Jumlah orang miskin di Jakarta terus bertambah, meskipun anggaran yang dialokasikan untuk itu meningkat setiap tahun. Tahun ini saja dianggarkan Rp 1,4 triliun, sementara jumlah orang miskin bertambah menjadi 407.400 jiwa.
Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas), Rohana Manggala, mengungkapkan hal itu kepada SH, baru-baru ini.
Menurutnya, kondisi ini mengherankan. Jumlah orang miskin tidak berkurang, padahal dana yang disediakan untuk orang miskin terus meningkat. Semestinya, dengan anggaran yang terus meningkat dari tahun ke tahun, anggaran yang besar, orang miskin harus berkurang karena kehidupan ekonomi menjadi lebih baik.
Dia menyebutkan, dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk orang miskin pada tahun 2008, antara lain dari bagian program pemberdayaan masyarakat kelurahan, program gizi buruk, program pelayanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin (gakin), bantuan dari dinas sosial dan berbagai program lain yang muaranya untuk orang miskin.
Barangkali untuk ke depan, Rohana berpendapat, harus ada terobosan baru dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi jumlah orang miskin. Upaya yang dilakukan, tidak cukup hanya dengan menyediakan dana, memberikan pelayanan kesehatan gratis atau memberikan bantuan beras miskin (raskin).
Program yang bisa dilaksanakan dalam mengatasi kemiskinan atau mengurangi jumlah orang miskin, mungkin dengan kegiatan padat karya di setiap kelurahan. Keluarga yang miskin karena tidak mempunyai pekerjaan bisa dilibatkan dalam program padat karya.
Dengan demikian, mereka mendapat penghasilan dengan bekerja bukan menunggu pemberian. Mungkin melalui cara ini, suatu saat jumlah orang miskin berkurang karena selalu ada program padat karya di setiap kelurahan yang menyertakan atau melibatkan orang miskin yang masih kuat.
Rohana menjelaskan, jumlah orang miskin yang berhak mendapatkan beras miskin (raskin) sebanyak 160.472 rumah tangga atau 407.400 jiwa. Tapi, dalam kenyataan, mereka yang membutuhkan beras miskin lebih banyak karena sebagian warga juga tidak mampu membeli beras dengan harga normal.
Data yang diperoleh SH mencatat jumlah rumah tangga miskin tahun 2002 sebanyak 83.049 atau 287.000 jiwa. Tahun 2003 jumlah yang miskin 80.961 rumah tangga atau 294.000 jiwa.
Tahun 2004, jumlah yang miskin 91.468 rumah tangga atau 277.000 jiwa. Tahun 2005, jumlah yang miskin 150.492 rumah tangga atau 316.200 jiwa. Tahun 2006, jumlah yang miskin 160.480 rumah tangga atau 407.100 jiwa dan tahun 2007 jumlah yang miskin mencapai 160.472 rumah tangga atau 407.400 jiwa. n
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
