-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

15 April 2008

TKI Penyebab Tingginya Angka Cerai di Banyuwangi

Kamis, 10 April 2008 | 16:49 WIB
TEMPO Interaktif, Banyuwangi:Tingginya angka cerai di Banyuwangi dalam dua tahun terakhir ini lebih banyak disebabkan perginya salah satu pasangan ke luar negeri menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk meningkatkan kesejahteran ekonomi.

Wakil Penitera Keadilan Negeri Banyuwangi, Abdul Hamid, mengatakan hampir 75 persen dari seluruh angka perceraian disebabkan faktor ini.

"Memang, selama tahun 2007 lalu angka perceraian mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun 2007 angka perceraian mencapai 3.685 kasus, maka tahun sebelumnya Pengadilan Negeri Banyuwangi mencatat angka 3.800 angka perceraian," jelas Hamid hari ini di kantornya.

Sebagai contoh, jika perempuan yang berangkat kerja, percerian bisa terjadi kerena suami yang ditinggalkan melakukan perselingkuhan. "Ini karena suami merasa tidak terpenuhi kebutuhan batinnya, sehingga dia melakukan perselingkuhan," kata Hamid.

Sedangkan apabila suami yang berangkat, kemungkinan besar perceraian disebabkan tidak bertanggung jawabnya suami dalam pemberian nafkah. "Selama tahun 2007 tersebut sebagaian besar cerai yang diajukan ke pengadilan adalah cerai gugat dari pihak istri sebanyak 2.184 kasus. Sedangkan untuk talak tiga dari suami, angkanya mencapai 1.418 kasus," imbuh Hamid.

Kukuh Setyono
 
 

between 0000-00-00 and 9999-99-99