-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

16 April 2008

TKI Rendezvous & Berorganisasi di Victoria Park

 
Hong Kong - Victoria Park atau Taman Victoria pada hari Minggu berubah menjadi 'Indonesia Park'. Ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) memilih taman terbesar di Hong Kong itu sebagai tempat bertemu dan bahkan berorganisasi.

"Pada hari Minggu, Victoria Park ini berubah jadi 'Indonesia Park'," kata E Ling, pemandu wisata yang mendampingi wartawan yang diundang Telkomsel, termasuk detikcom, di Hong Kong, Minggu (13/4/2008).

Penasaran dengan pernyataan E Ling, Minggu sore itu, detikcom kemudian menyambangi taman yang memiliki berbagai jenis arena olahraga itu. Seorang kawan lama, yang kebetulan aktivis sebuah LSM yang getol memperjuangkan buruh migran, menemani detikcom.

Teman yang bernama Ipang itu mengajak detikcom menuju pojok yang disebutnya 'Air Mancur'. Di sana, Ipang menemui sejumlah TKI yang sedang sibuk menulis kertas-kertas berukuran HVS.

Ternyata mereka sedang menulis undangan kepada sejumlah rekan mereka yang lain. Di kop surat terpampang 'Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (ATKI-HK) Basis Air Mancur'.

Nita, seorang TKI asal Kendal, sibuk menulis tempat rapat umum 3 bulanan yang terlewatkan diketik di surat undangan itu. Di samping Nita, rekannya yang bernama Ganika sibuk menandatangani surat-surat itu. Ganika adalah sekretaris basis ATKI Air Mancur.

"Undangannya itu untuk 30-an orang teman," kata Ganika kepada detikcom.

Nita dan Ganika adalah dua contoh TKI yang memanfaatkan satu-satunya hari libur dalam seminggu untuk berorganisasi. Mereka mungkin minoritas dari 180 ribu TKI di Hong Kong yang memilih melakukan kerja sukarela dan mulia memperjuangkan nasib teman-teman mereka yang kurang beruntung.

Basis Air Mancur yang digerakkan Ganika dan Nita adalah 1 dari 4 basis ATKI yang berlokasi di sekitar Victoria Park. Satu basis lagi di Macao dan satu lagi di Kowloon.

ATKI berperan dalam mendorong Konsulat Jenderal RI untuk Hong Kong memperjuangkan TKI boleh melakukan side contract TKI dengan majikan mengatasi kelaliman agen-agen penyalur TKI yang banyak memotong pendapatan TKI. "Kami sudah berunjuk rasa beberapa kali," kata Ipang.

Menurut Ipang yang sudah bergelut dengan advokasi TKI selama 3 tahun, setiap bulan itu pasti ada saja kasus baru menimpa TKI yang ditangani ATKI.

"Saat ini sekretariat ATKI ada 30-an TKI yang melarikan diri dari majikan. Ada juga yang hamil karena ditipu laki-laki," kata Ipang.

Masalah terakhir ini sering muncul karena mayoritas TKI yang bekerja di Hong Kong adalah perempuan. Mereka rawan menjadi incaran laki-laki hidung belang yang pura-pura memacari untuk diambil kehormatan dan harta mereka.

Efek samping lain dari minimnya TKI laki-laki adalah maraknya fenomena lesbianisme di kalangan TKI. Tak jauh dari lokasi Ganika dan Nita berkumpul di basis organisasinya, sepasang TKI yang notabene perempuan terlihat saling berciuman bibir.

Inilah Victoria Park, tempat TKI ber-rendezvouz dan berorganisasi. Hmmm... ( aba / nrl )


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.