Selasa, 10 Juni 2008 - 22:39 wibNGAWI - Winarti (19), seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Malaysia terpaksa dipulangkan ke kampung halamannya. TKW asal Dusun Keras Wetan, Desa Bayem Kalang, Kec Geneng, Kab Ngawi ini dipulangkan karena mengalami depresi hebat. Selain mengalami depresi dan tidak bisa berbicara, bagian tubuhnya juga ditemukan bekas luka yang sudah mengering. Menurut orang tua korban, Tumiran (48), Winarti menjadi TKW di Malaysia sejak bulan Mei 2007 melalui salah satu PJTKI asal Kab Ponorogo. Selama berkerja di Malaysia putri pertamanya itu tidak pernah memberikan kabar dan pulang dalam kondisi sakit. "Saat dipulangkan kondisi anak saya sudah cukup berat. Dia kelihatan ketakutan dan sulit diajak bicara. Padahal saat berangkat dulu kondisinya sehat," ujarnya. Setelah tiba dirumah, pihak keluarga langsung membawa ke Puskesmas Geneng guna menjalani perawatan. Selama menjalani perawatan, kondisi Winarti berangsur membaik. Namun hingga saat ini belum bisa berkomunikasi dan masih perlu perawatan lebih lanjut. "Kita belum tahu apakah selama bekerja dia pernah disiksa. Sebab, untuk berbicara dengan lancar dia masih susah," ungkapnya. Melihat kondisi kondisi anaknya seperti ini, pihak keluarga berharap PJTKI yang memberangkatkan anaknya bertanggung jawab dan memberikan bantuan pengobatan. Selain itu pihaknya berharap pemerintah memberikan Askeskin agar perawatan anaknya dilakukan dengan baik. Dia mengaku, pihak penyalur tenaga kerja hanya memberikan uang sebanyak Rp750.000 saja yang merupakan sisa gaji selama berkerja sebagai pembantu rumah tangga. (Muhammad Roqib/Sindo/pie) |
13 June 2008
Depresi Berat, TKW Asal Ngawi Dipulangkan
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Friday, June 13, 2008
Label: Buruh migran
