Selasa, 10 Juni 2008 | 17:50 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah pasien penderita sakit jiwa cenderung naik. Menurut Kepala Ruang Instalasi Ruang Instalasi Kedaruratan Emosi dan Perilaku Rumah Sakit Daerah Duren Sawit, Rohimudin, peningkatan jumlah pasien mulai terasa sejak Maret lalu.
"Sebagian besar karena tekanan ekonomi," ujar Rohimudin. Selain itu, faktor pola asuh yang salah dalam keluarga juga menjadi penyebab stres.
Rohimudin mengatakan, pada Januari lalu, jumlah pasien hanya 28 orang, pada Februari 21 orang. "Namun mulai Maret jumlah pasien melonjak menjadi 56 orang, April sejumlah 56 orang, dan Mei sedikit turun menjadi 53 pasien," ujar Rohimudin. Pada bulan ini, hingga tanggal 10 saja jumlah pasien telah mencapai 17 orang.
Penderita gangguan jiwa di RSD Duren Sawit umumnya berasal dari strata ekonomi menengah ke bawah. Mereka masuk ke rumah sakit itu melalui empat panti laras penderita sakit jiwa di DKI Jakarta.
Pasien yang berasal dari panti laras akan mendapatkan fasilitas perawatan cuma-cuma. Agung Sedayu http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2008/06/10/brk,20080610-124990,id.html |