-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

17 June 2008

TKI Dijual ke Irak Diduga Meningkat

Selasa, 17 Juni 2008 WASPADA ONLINE

(BREBES) - Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Brebes yang diduga dijual ke Irak semakin banyak. Mereka tidak ditempatkan sesuai kontrak kerja, sehingga kesulitan pulang ke Indonesia. Keluarga TKI berharap agar pemerintah segera membantu memulangkan mereka.

Kepala Departemen Informasi dan Dokumentasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Jamaludin, Senin (16/6) mengatakan, beberapa waktu lalu, jumlah TKI yang diduga dijual ke Irak sebanyak 16 orang. Namun berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh dari s alah seorang TKW yang berada di Irak, jumlah TKI yang tertahan di Irak bertambah menjadi 50 orang.

Mereka berasal dari Kabupaten Brebes dan Indramayu. Para TKI tersebut ditempatkan di penampungan Agensi Bruska di Kurdistan, Irak. Mereka dipekerjakan di penampungan tersebut tanpa mendapatkan gaji.

Menurut Jamaludin, SBMI sudah pernah menanyakan penyelesaian kasus itu ke Departemen Luar Negeri. Namun hingga saat ini para TKI tetap belum dapat dipulangkan. International Organitation for Migration (IOM) juga pernah melakukan negosiasi dengan Agensi Br uska. Namun, mereka justru diancam akan diledakkan.

Jamaludin mengatakan, Pemkab Brebes harus mendesak Departemen Luar negeri untuk segera membantu memulangkan para TKI tersebut ke Indonesia. Pasalnya, Irak merupakan daerah konflik, sehingga berbahaya bagi mereka.

Kiki Tobiin (27), kakak Supriyatin (26), TKW asal Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Brebes juga berharap agar para TKI yang berada di Irak dapat segera dipulangkan. Adiknya merupakan satu diantara 50 TKI yang menjadi korban perdagangan manusia.

Ia mengaku melakukan kontak terakhir dengan Supriyatin melalui telepon pada 7 Juni lalu. Dari keterangan adiknya, jumlah TKI yang ditawan di penampungan Agensi Bruska semakin banyak. Mereka tidak mendapatkan hak hidup secara layak.

Untuk bisa memperoleh jatah makan, para TKI tersebut diharuskan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, seperti mengepel, mencuci, dan lain-lain. Mereka juga diancam akan ditembak mati, apabila berani keluar dari kawasan penampungan.

Kamis pekan lalu, Kiki sudah melaporkan kasus itu ke Mabes Polri. Ia berharap agar pemerintah dan polisi serius membantu memulangkan adiknya dan TKI lain yang tertahan di Irak.

Kepala Seksi Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Kependudukan Catatan Sipil Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Brebes, Ronald Jasper mengatakan, hingga saat ini ia belum mendapatkan laporan resmi mengenai bertambahnya jumlah TKI asal Brebes yang tertahan di Irak.

Dari hasil konfirmasi ke Departemen Luar Negeri, hanya tiga TKI asal Brebes yang dinyatakan tertahan di Irak, yaitu Suprihatin, Nurul, dan Hidayah. Oleh karena itu, pihaknya akan mengecek lebih lanjut.(kmp)
(j01)