17/07/2008 15:18 wib - Internasional Aktual
"Sudah dua bulan berlalu, kematian Buruh migrant Perempuan Sri Puji Astuti di Arab Saudi masih menjadi misteri," tulis Institute for Migrant Workers (IWORK) dalam siaran persnya kepada SM CyberNews, Kamis.
Seperti pengaduan pihak keluarga Sri Puji Astuti (38th) asal RT 03 RW 04 Linggapura, Tonjong, Brebes, Jawa Tengah dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit King Abdul Azis Jeddah tanggal 8 Mei 2008 lalu.
Sri Puji Astuti sebulan sebelumnya pernah memberi kabar kepada pihak keluarga bahwa ia dalam pelarian dari rumah majikannya karena tak tahan disiksa. Ia sempat ditangkap oleh Polisi Arab Saudi sebelum diserahkan ke sebuah penampungan milik orang Indonesia. Almarhumah juga sempat menceritakan bahwa di penampungan tersebut terdapat ratusan orang yang nasibnya serupa dengan dia. Sebelum di meninggal almarhumah mengeluhkan sakit di bagian uluhati akibat tendangan dan pukulan dari majikannya.
Dipenampungan tersebut BMI mayoritas mereka adalah pelarian yang ditampung, dan selama dipenampungan dikenakan biaya perhari sebagai ganti uang makan dan tempat tidur. Dalam proses upaya permohonan pemulangan jenazah dan pemenuhan hak-hak Sri Puji Astuti oleh pihak keluarga, pihak perwakilan RI di Jeddah ternyata bersikap sangat lamban.
Dari Laporan yang dikirimkan LBH Buruh Migran IWORK pada tanggal 9 Mei 2008 dan beberapa kali kontak lewat telphone, baru pada tanggal 7 Juli 2008 balasan dikirim dan menyatakan bahwa Jenazah Sri Puji Astuti tidak ada di RS King Abdul Azis, dan sampai hari ini tidak diketahui ada dimana dan pihak mana yang secara sepihak memakamkan jenazah tersebut.
Informasi ini sedikit berbeda dengan informasi yang di dapatkan keluarga, pada sekitar tanggal 17 Juni 2008 keluarga mendapat telephone dari salah seorang teman almarhumah Sri Puji Astuti yang menanyakan apakan pihak keluarga masih mengurus kepulangan jenazah karena sudah terlalu lama di Rumah Sakit, dan pihak keluarga menjawab masih dalam proses pengurusan.
Kematian Sri Puji Astuti menambah panjang deretan kasus kematian BMI di luar Negeri. Antara January-Juni 2008 ini Institute for Migrant Workers (IWORK) mencatat telah 57 BMI meninggal dunia. Ini menunjukkan bobroknya sistem penempatan dan perlindungan BMI. BMI yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan mendapat penyiksaan terpaksa harus melarikan. Akibat minimnya informasi dan perlindungan yang diterima oleh BMI, mereka tak tau harus berlindung kemana.
"Setelah mereka berhasil keluar dari sarang harimau, banyak dari mereka yang terperangkap ke mulut buaya, ditampung oleh agency untuk dijual kembali ke majikan baru dengan resiko yang sama atau di tampung oleh penampungan-penampungan illegal yang terindikasi melakukan tindak pidana trafficking, seperti pada kasus Sri Puji Astuti," ungkap IWORK.
http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=9892 |
18 July 2008
Jenazah TKW Brebes Hilang di Arab Saudi
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Friday, July 18, 2008
Label: BMI meninggal, Buruh migran
