13/08/2008 10:06 Kolera
Liputan6.com, Jayapura: Korban meninggal akibat wabah kolera di Kabupaten Paniai dan Dogiyai, Papua, diperkirakan melebihi catatan pemerintah daerah setempat karena masih banyak yang tak terdata. Data sementara korban meninggal saat ini 89 orang. Angka ini merupakan hasil pencatatan korban yang dibawa ke pusat kesehatan masyarakat dan petugas ke rumah warga. Namun, itu hanya terbatas pada wilayah yang masih dapat dijangkau melalui darat.
Alex Hasegem, Wakil Gubernur Papua, baru-baru ini, mengakui wabah penyakit kolera bermula dari air sungai yang dikonsumsi masyarakat tercemar kotoran. ia juga mengakui pemerintah daerah lambat dalam menangani kasus ini akibat faktor cuaca yang buruk serta lokasi rumah warga yang terpencar di pedalaman [baca: Pemprov Papua Membenarkan Ada Wabah Kolera].
Untuk menangani kasus ini, Pemerintah Provinsi Papua telah membangun tiga lokasi penanganan media di Dogiyai, Nabire, dan Paniai. Selain membagikan obat secara massal, pemerintah juga mengirim tenaga medis.(BOG/Rubai Kadir dan Riyanto Nay)
http://www.liputan6.com/news/?id=163688&c_id=7
Liputan6.com, Jayapura: Korban meninggal akibat wabah kolera di Kabupaten Paniai dan Dogiyai, Papua, diperkirakan melebihi catatan pemerintah daerah setempat karena masih banyak yang tak terdata. Data sementara korban meninggal saat ini 89 orang. Angka ini merupakan hasil pencatatan korban yang dibawa ke pusat kesehatan masyarakat dan petugas ke rumah warga. Namun, itu hanya terbatas pada wilayah yang masih dapat dijangkau melalui darat.
Alex Hasegem, Wakil Gubernur Papua, baru-baru ini, mengakui wabah penyakit kolera bermula dari air sungai yang dikonsumsi masyarakat tercemar kotoran. ia juga mengakui pemerintah daerah lambat dalam menangani kasus ini akibat faktor cuaca yang buruk serta lokasi rumah warga yang terpencar di pedalaman [baca: Pemprov Papua Membenarkan Ada Wabah Kolera].
Untuk menangani kasus ini, Pemerintah Provinsi Papua telah membangun tiga lokasi penanganan media di Dogiyai, Nabire, dan Paniai. Selain membagikan obat secara massal, pemerintah juga mengirim tenaga medis.(BOG/Rubai Kadir dan Riyanto Nay)
http://www.liputan6.com/news/?id=163688&c_id=7
