Rabu, 06 Agustus 2008 | 14:25 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang: Jumlah itu berdasarkan identifikasi para pekerja seks, waria, gay, pelajar maupun mahasiswa. Dari 338 kasus sepanjang 2008, 112 di antaranya terinfeksi dan sisanya mengidap HIV/AIDS. Di sini, tahun lalu jumlah penderita baru 196 orang. Petugas akan mendatangi lokasi beresiko tinggi penularan penyakit menular itu seperti tempat pelacuran dan tempat hiburan. "Tujuannya mencari penderita yang belum terdeteksi," kata Lutfi Syehban, Kepala Kantor Distrik Global Found untuk Indonesia itu. Menurut Lutfi, jumlah penderita HIV/AIDS di Tangerang terus melonjak dari tahun ke tahun. Tak ubahnya daerah lain seperti Papua dan Jakarta, kasus HIV/AIDS fenomena gunung es. "Jumlah penderita yang dianggap sedikit, jika dicari angkanya melonjak," ungkapnya. Pengelola Program HIV/AIDS Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Abdul Azis, mengatakan 10 kecamatan di wilayahnya tergolong endemi virus HIV/AIDS. Sepuluh kecamatan itu adalah Kosambi tercatat 22 kasus, Cikupa 9 kasus, Kecamatan Serpong, Serpong Utara, Pamulang,, Pondok Aren, Curug, Kelapa Dua, Ciputat, dan Ciputat Timur, rata-rata 5-7 kasus. Kecamatan Ciputat, Serpong, Pamulang, dan Pondok Aren paling tinggi pertambahan jumlah kasus HIV/AIDS. "Kawasan ini banyak pecandu narkoba dan pekerja seks bebas," kata Azis. Joniansyah http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2008/08/06/brk,20080806-129885,id..html
