-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

19 August 2008

Tramtib Kewalahan Tangani Gepeng dan Anak Jalanan

Tangerang - Kendati aparat Dinas Ketenteraman dan Ketertiban (Tramtib) Kota Tangerang rutin menggelar penertiban, namun gelandangan pengemis (gepeng) dan anak jalanan di Kota Tangerang tidak kunjung berkurang. Bahkan, menjelang Ramadan, jumlah gepeng dan anak jalanan justru semakin marak.
"Kuat dugaan, keberadaan dan aktivitas gepeng itu merupakan sindikat yang terakomodasi," kata Kepala Subdinas Ketertiban Umum Dinas Tramtib Kota Tangerang, Julias, usai menggelar operasi rutin gepeng dan anak jalanan, Rabu (13/8) sore.
"Operasi rutin kami gelar merujuk Peraturan Daerah (Perda) No 18 Tahun 2000 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). Namun, anehnya hingga kini jumlah gepeng dan anak jalanan itu seolah tak kunjung berkurang. Kami sulit membersihkan mereka karena ada kesan keberadaan mereka terakomodasi," ujarnya.
Pengamatan SH di lapangan, hanya berselang satu jam setelah petugas Dinas Tramtib menggelar operasi rutin, puluhan gepeng dan anak jalanan kembali marak memenuhi sejumlah sudut jalan (lampu merah-red) dan pusat keramaian.
Di perempatan Jalan TMP Taruna, Cikokol, Kota Tangerang misalnya, puluhan gepeng dan anak jalanan seolah sudah hafal dengan jadwal operasi petugas. Begitu petugas tiba di lokasi, mereka bisa dengan mudah kabur dan bersembunyi. (parluhutan gultom)


http://us.mg3.mail..yahoo.com/dc/launch?.rand=6m80fgibf6vus