Balita Gizi Buruk di Kendiri Meninggal
Nyawa Ela tidak bisa diselamatkan setelah petugas medis RSUD Pare Kediri mencoba memberikan bantuan pernafasan terhadap anak kelima pasangan Hariono dan Sriyah, warga Kampung Kauman, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Sebelum meninggal, bocah malang itu mengalami sesak nafas yang cukup hebat. Gadis kecil itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada pukul 23.00 WIB, Minggu (14/9) di ruang perawatan anak kelas ekonomi.
Humas RSUD Pare Kediri Abdul Rozik mengatakan, kondisi Ela memang sudah cukup parah saat diterima petugas Unit Gawat Darurat satu pekan silam. Selain lemah, karena kekurangan gizi, bocah perempuan itu juga mengalami kelumpuhan. Sehingga praktis tidak ada yang bisa dilakukan petugas medis selain memberikan bantuan nutrisi melalui selang infus.
"Korban meninggal akibat gangguan pernafasan yang hebat. Selain gizi buruk, ia juga menderita paru-paru," ujar Abdul Rozik.
Menurut catatan medis RSUD Pare Kediri, Ela sudah dua kali mendapat perawatan intensif akibat penyakit yang dideritanya. Sebelumnya pada bulan Januari 2008 lalu ia pernah dilarikan ke RSUD Pare atas rujukan Puskesmas Kandangan.
Saat itu petugas Puskesmas langsung memvonis Ella mengalami gizi buruk setelah melihat kondisi tubuhnya yang kurus kering serta respon tubuh yang lamban. Apalagi kondisi perutnya juga mulai membuncit.
Sayang, upaya membawa anaknya ke rumah sakit milik pemerintah itu tidak membuahkan banyak hasil. Setelah dibawa pulang ke rumah, kondisi kesehatan Ela tetap tidak membaik. Bahkan semakin hari berat badannya semakin menurun dan lumpuh. Atas saran petugas Puskesmas Kandangan, ia kembali membawanya ke RSUD Pare untuk mendapat pertolongan satu pekan silam sebelum akhirnya meninggal dunia. (Hari Tri Wasono/Sindo/fit)
Senin, 15 September 2008 - 22:12 wib
KEDIRI - Ela (7) bocah penderita gizi buruk yang dirawat di RSUD Pare Kabupaten Kediri akhirnya meninggal dunia. Ia mengalami sesak nafas akibat penyakit paru-paru yang menggerogotinya.Nyawa Ela tidak bisa diselamatkan setelah petugas medis RSUD Pare Kediri mencoba memberikan bantuan pernafasan terhadap anak kelima pasangan Hariono dan Sriyah, warga Kampung Kauman, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Sebelum meninggal, bocah malang itu mengalami sesak nafas yang cukup hebat. Gadis kecil itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada pukul 23.00 WIB, Minggu (14/9) di ruang perawatan anak kelas ekonomi.
Humas RSUD Pare Kediri Abdul Rozik mengatakan, kondisi Ela memang sudah cukup parah saat diterima petugas Unit Gawat Darurat satu pekan silam. Selain lemah, karena kekurangan gizi, bocah perempuan itu juga mengalami kelumpuhan. Sehingga praktis tidak ada yang bisa dilakukan petugas medis selain memberikan bantuan nutrisi melalui selang infus.
"Korban meninggal akibat gangguan pernafasan yang hebat. Selain gizi buruk, ia juga menderita paru-paru," ujar Abdul Rozik.
Menurut catatan medis RSUD Pare Kediri, Ela sudah dua kali mendapat perawatan intensif akibat penyakit yang dideritanya. Sebelumnya pada bulan Januari 2008 lalu ia pernah dilarikan ke RSUD Pare atas rujukan Puskesmas Kandangan.
Saat itu petugas Puskesmas langsung memvonis Ella mengalami gizi buruk setelah melihat kondisi tubuhnya yang kurus kering serta respon tubuh yang lamban. Apalagi kondisi perutnya juga mulai membuncit.
Sayang, upaya membawa anaknya ke rumah sakit milik pemerintah itu tidak membuahkan banyak hasil. Setelah dibawa pulang ke rumah, kondisi kesehatan Ela tetap tidak membaik. Bahkan semakin hari berat badannya semakin menurun dan lumpuh. Atas saran petugas Puskesmas Kandangan, ia kembali membawanya ke RSUD Pare untuk mendapat pertolongan satu pekan silam sebelum akhirnya meninggal dunia. (Hari Tri Wasono/Sindo/fit)
