Satpam KJRI Hong Kong Pukuli TKW, CIMW Surati SBY
Kali ini Center for Indonesian Workers (CIMW) mengirimkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perihal peristiwa tersebut, Selasa (9/9/2008).
Dalam surat elektronik yang ditandatangani Koordinator CIMW Tumiur Harianja, CIMW mendesak Presiden untuk membentuk tim guna mengusut peristiwa pemukulan terhadap pahlawan devisa negara tersebut.
Dalam surat tersebut, CIMW juga menyesalkan tindakan satpam KJRI Hong Kong terhadap pengibaran spanduk yang dilakukan TKW di hadapan Menakertrans Erman Suparno.
"Tindakan protes tersebut adalah bentuk ekspresi para pahlawan devisa yang belum merasa merdeka karena didiskriminasikan dan mereka ingin menyampaikan maksud tersebut hanya dengan mengangkat spanduk sebagai bentuk protes yang akan disampaikan langsung kepada Erman Suparno, menteri tenaga kerja dan transmigrasi," tegas Tumiur.
Selain itu, pihak CIMW juga menyayangkan belum mampunya Konjen RI di Hongkong Ferry Adamhar untuk menyelesaikan masalah buruh migrant seperti upah standar, penghapusan terminal III dan IV di Bandara Soekarno-Hatta, dan daftar hitam majikan dan agen buruh migrant.
"Padahal Ferry adalah mantan Dirjen Perlindungan hukum warga negara Indonesia Departemen Luar Negeri," pungkasnya.
(uky)
Selasa, 9 September 2008 - 12:07 wib
Syukri Rahmatullah - Okezone
JAKARTA - Pemukulan terhadap 10 orang tenaga kerja wanita yang tergabung dalam Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) pada 7 September lalu di Queen Elisabet Stadium, Hong Kong berbuntut panjang.Kali ini Center for Indonesian Workers (CIMW) mengirimkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perihal peristiwa tersebut, Selasa (9/9/2008).
Dalam surat elektronik yang ditandatangani Koordinator CIMW Tumiur Harianja, CIMW mendesak Presiden untuk membentuk tim guna mengusut peristiwa pemukulan terhadap pahlawan devisa negara tersebut.
Dalam surat tersebut, CIMW juga menyesalkan tindakan satpam KJRI Hong Kong terhadap pengibaran spanduk yang dilakukan TKW di hadapan Menakertrans Erman Suparno.
"Tindakan protes tersebut adalah bentuk ekspresi para pahlawan devisa yang belum merasa merdeka karena didiskriminasikan dan mereka ingin menyampaikan maksud tersebut hanya dengan mengangkat spanduk sebagai bentuk protes yang akan disampaikan langsung kepada Erman Suparno, menteri tenaga kerja dan transmigrasi," tegas Tumiur.
Selain itu, pihak CIMW juga menyayangkan belum mampunya Konjen RI di Hongkong Ferry Adamhar untuk menyelesaikan masalah buruh migrant seperti upah standar, penghapusan terminal III dan IV di Bandara Soekarno-Hatta, dan daftar hitam majikan dan agen buruh migrant.
"Padahal Ferry adalah mantan Dirjen Perlindungan hukum warga negara Indonesia Departemen Luar Negeri," pungkasnya.
(uky)
