-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

16 September 2008

Di Lebak, 954 Balita Alami Gizi Buruk


Jumat, 12 September 2008 | 16:50 WIB

LEBAK, JUMAT - Sebanyak 954 anak bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diidentifikasi sebagai penderita gizi buruk.

Kepala Bidang Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Tata Sudita, di Lebak, Jumat (12/9), mengatakan, ada sebanyak 954 balita penderita gizi buruk yang dilaporkan petugas gizi di puskesmas pada Juli 2008. Akan tetapi, belum semua petugas gizi yang tersebar di 38 puskesmas melaporkanya sehingga ada kemungkinan jumlah balita penderita gizi buruk bertambah.

"Jumlah balita penderita gizi buruk itu kemungkinan bertambah,  karena hasil pemantauan status gizi tahun 2007 mencapai 1.450 balita," katanya.

Sedangkan anak yang mengalami kekurangan gizi tercatat sebanyak 12.660 orang.  "Saya kira angka itu kemungkinan meningkat menyusul belum pulihnya ekonomi masyarakat," katanya.

Tata mengatakan, tingginya penderita gizi buruk disebabkan himpitan kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Selain itu, anak memiliki penyakit bawaan seperti jantung, TB,  paru-paru dan lain-lainnya. Oleh karena itu, penanggulangan penderita gizi buruk harus melibatkan semua komponen yakni pemerintah, pengusaha dan masyarakat. Apalagi, saat ini di Kabupaten Lebak masih tinggi angka kemiskinan.

Dia menyebutkan, selama ekonomi masyarakat belum sejahtera, tentu penderita gizi buruk tidak akan hilang karena rendahnya daya beli masyarakat. Akibat rendahnya daya beli masyarakat, anak atau balita tidak mendapatkan asupan gizi yang baik.  

"Banyak orang tua memberikan makanan anak cukup dengan garam serta kerupuk," katanya.

Rohim (3), warga Kalanganyar, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, adalah penderita gizi buruk yang kini berat badanya menyusut, sehingga perlu adanya makanan tambahan untuk meningkatkan pertumbuhan kesehatannya.

"Kami tak mampu membelikan makanan yang bergizi karena sebagai pekerja buruh tani," ujar Samin, orang tua Rohim.


AC
Sumber : Antara