*Luhur Hertanto* - detikcom
*Jakarta*, Asosiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) menargetkan bisa mengirim 1 juta orang TKI khusus sektor formal ke luar negeri. Minimnya SDM jadi batu sandungan bagi TKI.
Demikian disampaikan Ketua Umum DPP APJATI (Asosiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia) Nur Faizi, dalam pertemuan dengan Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/9/2008).
"Masalahnya ada di SDM kita sendiri, terutama dalam hal bahasa. Sehingga kita kalah bersaing, dan gajinya pun kecil," ujar Nur.
Menurutnya, permintaan jasa TKI kini tidak lagi sebatas sektor informal. Ada banyak peluang kerja di sektor formal, seperti keperawatan di fasilitas medis, yang sebenarnya dapat diisi oleh TKI.
Permintaan terhadap TKI juga tidak hanya datang dari negara-negara Timur Tengah dan Asia yang selama ini banyak menyerap tenaga informal. Untuk tenaga formal permintaan justru banyak datang dari Amerika dan Jepang.
"Ada permintaan dari Kanada, Jepang dan Amerika. Kita juga sudah buka peluang di Libya, Arab Saudi dan Kuwait," ujar caleg dari Partai Demokrat ini.
Menanggapi masalah ini Presiden SBY meminta Depnakertrans melakukan revitalisasi terhadap sarana Balai Latihan Kerja (BLK). Agar materi yang diberikan menyesuaikan dengan trend permintaan yang ada.
"Tingkatkan kualitas dan lakukan koordinasi agar sinergis," ujar SBY.
Sejumlah menteri terkait hadir dalam kesempatan siang ini. Beberapa di antaranya adalah Menlu Hasan Wirajuda, Menko Polhukam Widodo AS, Menaker Erman Suparno, Seskab Sudi Silalahi, Menkum HAM Andi Matallata dan Menkeu Sri Mulyani.
