-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

09 December 2008

2.068 Balita di Surabaya Derita Gizi Buruk

2.068 Balita di Surabaya Derita Gizi Buruk

Jum'at, 5 Desember 2008 - 19:49 wib

SURABAYA - Kasus Balita gizi buruk di Kota Surabaya masih cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, kasus balita gizi buruk sepanjang tahun 2008 mencapai 2.068 atau sekitar 1,81% dari jumlah seluruh balita sebanyak 114.108.

Sedangkan, balita dengan kasus kurang gizi mencapai 7.047 atau sekitar 6,18%. Dari data itu juga terungkap, kasus balita gizi buruk paling banyak terjadi di Kec Semampir yakni mencapai 269 dari 6.696 bayi, Kec Sukomanunggal mencapai 184 dari 4.072 bayi, dan Kec Tambaksari mencapai 118 dari 7.182 bayi.��

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Surabaya dr Sri Setiyani, data kasus balita gizi buruk ini diperoleh dari hasil survei akhir tahun yang dilakukan oleh Dinkes di seluruh Posyandu dan Puskesmas di Kota Surabaya.

"Kasus balita gizi buruk tahun ini memang masih tinggi. Tapi, jika dibandingkan dengan tahun 2007 lalu ada penurunan," ujarnya di Surabaya, Jumat (5/12/2008).

Menurut dia, jumlah kasus balita gizi buruk pada 2006 mencapai 2,08% dari seluruh jumlah balita. Sedangkan, pada 2007 lalu jumlah balita gizi buruk mencapai 1,96 %. Menurut dia, balita dengan status gizi buruk ini memiliki berat badan ringan atau di bawah normal.

Selain itu, bayi dengan status gizi buruk ini juga biasanya terlihat lemah dan rentan sakit. Sedangkan, penyebab balita gizi buruk di antaranya karena pola asuh yang keliru, kurang asupan makanan bergizi, hingga masalah kemiskinan.

Lebih jauh dia mengatakan, menangani balita dengan kasus gizi buruk ini pihak Dinkes Kota Surabaya memberikan bantuan makanan tambahan kepada orang tua bayi dan juga susu bagi bayi. Selain itu, bayi dengan status gizi buruk ini juga mendapatkan pengawasan lebih intensif.

"Tapi, sejauh ini belum ada bayi dengan status gizi buruk yang sampai meninggal dunia," ujarnya. (Muhammad Roqib/Sindo/ful)