-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

02 December 2008

Dua TKW asal Kupang Meninggal Saat Latihan

Jumat, 21 2008 11:30 WIB
 
KUPANG--MI: Dua Tenaga Kerja Wanita (TKW), Adonia Adel Nitti asal Desa Neunbaun, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, dan Lodya Totos yang meninggal saat mengikuti pelatihan yang diadakan Balai Pelayanan Pelaksana Penempatan TKI (BP3TKI) Kupang.

"Adonia Adel Nitti dan Lodya Totos meninggal dunia beberapa waktu lalu akibat sakit," kata Manager Bidang Perekrutan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri, Drs JB Kosapilawandi di Kupang, Jumat.

Kepada kedua TKW yang tewas itu diberikan santunan Rp40 juta dan uang penguburan Rp5 juta dari Consorsium Asuransi Mitra Sejahtera yang diterima langsung ahli waris dari dua TKW itu.

"Santunan Adoinia Nitti diterima Thimotius Nitti, ayah kandungnya. Sedangkan untuk Lodya Totos diterima oleh kakak kandungnya," ujar Kosapilawandi.

Uang santunan itu diberikan Konsorsium Asuransi Mitra Sejahtera kepada Balai Pelayanan Pelaksana Penempatan TKI (BP3TKI) dan selanjutnya, BP3TKI menyerahkan kepada ahli waris dari kedua TKW itu.

Dikatakannya, pengurusan santunan tersebut hanya memakan waktu dua minggu saja. Pengurusan santunan itu termasuk cepat.

"Diharapkan agar ahli waris dapat mempergunakan uang tersebut sebaik-baiknya," kata Kosapilawan.

Kosapilawan juga menghimbau kepada masyarakat NTT yang ingin bekerja di luar negeri, agar tidak sembarang memilih Perusahaan Jasa TKI (PJTKI).

Sebab, jika memilih PJTKI yang ilegal dikhawatirkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti meninggal dunia, maka TKI yang menjadi korban tersebut tidak akan mendapatkan
santunan.

"Pilih jalur yang benar dan ikut perusahaan yang legal dan resmi jika ingin menjadi TKW," ujarnya.

Menyangkut PT. Citra Bina Tenaga Mandiri, Kosapilawan menjelaskan, perusahaan tersebut merupakan satu-satunya perusahaan berkelas internasional yang memiliki kantor dan BLK di Kupang.

Pada 2006 lalu PT. Citra Bina Tenaga Mandiri pimpinan Ir Paul Liyanto itu telah memberangkatkan kurang lebih 200 TKW. Pada 2007, diberangkatkan 605 tenaga kerja laki-laki dan 586 TKW. Hingga Oktober 2008, perusahaan itu telah memberangkatkan 905 tenaga kerja laki-laki dan 428 TKW ke Malaysia.

"Semua tenaga kerja yang kita berangkatkan itu bekerja di Malaysia Barat dan Timur," katanya. (Ant/OL-01)