Kamis, 20 2008 12:46 WIB JAKARTA--MI: Petugas dari satuan Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Kecamatan Tanjung Priok yang dipimpin Samosir, Kamis (20/11), membakar tiga rumah semi permanen, di Taman BMW, Papanggo, Jakarta Utara. Salah seorang warga, Sulaiman, 40, mengatakan, yang dilakukan petugas Tramtib sekitar pukul 10.00 WIB itu sangat arogan. "Dengan tiba-tiba Tramtib langsung membakar rumah, tanpa memberikan kesempatan warga membongkar sendiri rumahnya," keluh Sulaiman. Menurutnta, puluhan anggota Tramtib dengan lima mobil mendatangi lokasi taman Bersih Manusiawi Wibawa (BMW) yang akan dijadikan stadion bertaraf internasional. Selain tiga rumah semi permanen, puluhan gubuk warga urban pindahan dari kolong tol, pun dibongkar paksa. Tiga rumah semi parmanen milik Sihombing,41, Berto, 34, dan Ranto, 38, diratakan dengan tanah dengan cara dibakar. Seusai membakar tiga rumah dan membongkar puluhan gubuk, akhirnya Tramtib yang dipimpin Samosir meninggalkan lokasi. Sebelumnya istri Sihombing memohon belas kasihan kepada Tramtib agar ia dapat membongkar sendiri bangunannya. Tetapi Tramtib tidak bergeming. Usai membakar tiga rumah dan membongkar puluhan gubuk, akhirnya para petrugas Tramtib Samosir meninggalkan lokasi. Sulaiman meminta kepada Wali Kota Jakarta Utara Efendi Anas memberikan uang kerohiman. "Kami mau pindah butuh biaya. Ngontrak rumah saat ini mahal pak. Kemana lagi kami akan tinggal," ratap Sulaiman. (Ant/OL-01) |
02 December 2008
Tiga Rumah di Taman BMW Dibakar
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Tuesday, December 02, 2008
