SUARA PEMBARUAN DAILY Elite Depok Prihatin Masih Ada Gizi Buruk[DEPOK] Kasus gizi buruk di Depok, yang telah menyebabkan kematian Wahyu Saputra (6), membuat kalangan elite di kota itu prihatin. Sebab, hal tersebut mengindikasikan bahwa masih terdapat kelemahan dalam kebijakan pelayanan publik khususnya di bidang kesehatan. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Depok, Rintisyanto, mendesak Wali Kota Nur Mahmudi Ismail agar mengevaluasi kebijakannya di bidang kesehatan agar ke depan semakin efektif, terutama terhadap warga miskin. Rintisyanto, yang dihubungi SP Rabu (8/10) pagi, minta agar program jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) terus-menerus disosialisasikan agar program bagi warga tidak mampu itu benar-benar dipahami mereka. "Terlebih dalam perubahan APBD baru lalu, anggaran operasional untuk Dinas Kesehatan telah disetujui sebesar Rp 2 miliar. Manfaatkan anggaran itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Depok," tandasnya. Wali Kota Nur Mahmudi Ismail mengimbau seluruh warga memanfaatkan secara maksimal fasilitas kesehatan dalam program RW Siaga, Puskesmas dan Posyandu. Adanya kasus tersebut, Wali Kota meminta maaf karena masih ada warga yang belum terlayani secara sistemik. [W-5] Last modified: 8/10/08 |
09 December 2008
Elite Depok Prihatin Masih Ada Gizi Buruk
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Tuesday, December 09, 2008
